Terkait Penggunaan Boraks, Empat Pemilik Warung Bakso Dipanggil

 1,842 total views,  2 views today

LUBUKLINGGAU – Empat warung bakso di Kota Lubuklinggau yakni Lek Sukir, Lek Endut, Terbayang Bayang II dan Charles, yang dinyatakan positif menggunakan boraks mulai ditinggalkan para pelangganya. Mereka terus merugi karena omset mereka menurun drastis akibat sepinya pembeli.

Empat warung bakso ini mulai sepi pembeli setelah tim terpadu terdiri Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Peternakan melakukan uji sample langsung di warung mereka dan hasilnya positif bakso mengandung boraks.

Boraks sendiri merupakan zat yang tidak boleh dikonsumsi oleh masyarakat,karena membahayakan kesehatan.

Adapun hasil Sidak Makanan yakni, warung bakso Lek Sukir, bakso mengandung robamin B dan boraks, tulang bukan tulang sapi dan ayam.

Warung Charles belum ada Surat Izin Tempat Usaha dan bakso mengandung formalin, warung terbayang bayang mengandung formalin dan boraks.

Menyikapi hasil tes tim tersebut, Ketua Komisi II DPRD Lubuklinggau,Suhada kepada Kabar Sumatera,Kamis (19/2) menegaskan, segera memanggil pemilik warung bakso,penggiling daging abadi solo dan Dinas Kesehatan Lubuklinggau. Untuk duduk bersama membahas permasalahan tersebut.

“Pemilik Bakso Lek Sukir dan Len Endut sudah saya telpon dan mereka berani bersumpah kalau mereka tidak menggunakan boraks, dan mereka tidak tahu bagaimana bisa bakso mereka positif boraks. Mereka ini tidak menggiling sendiri daging baksonya, mereka giling di penggilirangan daging Abadi Solo. Lek Sukir cerita sama saya kalau dia tidak tahu hal itu, dan anak-anaknya pun diberi makan bakso itu juga,” tegas Suhada.

Tapi,lanjut Suhada, bagaimana pun hasil tes Dinkes Lubuklinggau tentu tidak bisa diragukan,karena menggunakan alat dan kajian ilmia. Artinya, meski para penjual tidak merasa menggunakan boraks tetap saja mereka melakukan kelalaian karena menggiling daging,serta tepung dan bumbu-bumbu bakso di tempat orang lain.

Semakin resahnya masyarakat terhadap ulah oknum tak bertanggungjawab ini, akhirnya warung bakso itu mulai sepi dan otomatis omzet kian menurun.

Ditanya mengenai, isu bakso daging celeng, politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengaku memang mendengar isu-isu tersebut,namun belum mendapat kepastian dari dinas terkait.

Dijelaskanya, pada saat komisi II mengundang Dinkes, isu bakso celeng tersebut sudah dipertanyakan,namun yang ditemukan hanyalah tulang dan hati yang bukan merupakan tulang sapi,ayam,babi maupun kambing.

“Dinkes menemukan tulang yang menurut mereka mencurigakan, dan kita menunggu hasil pengujian,tulang apakah itu, apakah tulang monyet, atau tulang lainya,” ujarnya.

Pantauan Kabar Sumatera, warung bakso Lek Sukir berada di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Majapahit,kemarin dari pagi sampai siang, sangat lengang. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang selalu dipadati pelangganya.

 

TEKS        : SRI PRADES

EDITOR    : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster