Tarif Parkir Mall di Palembang Masih Tinggi

 1,766 total views,  2 views today

Ilustrasi Parkir

Ilustrasi Parkir | Ist

PALEMBANG – Meskipun Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Palembang sudah layangkan surat himbauan kepada pihak mall yang ada di Metropolis untuk menyamaratakan tarif parkir. Tapi, nyatanya hingga saat ini, tarif parkir masih tinggi.

Hal itu, dikeluhkan warga. Misalnya, Ali Hanafiah (26) warga Jalan Mataram III, Kecamatan Kertapati Palembang ini mengatakan, tarif parkir mall Internasional Plaza (IP) untuk kendaraan roda dua sebesar Rp 2 ribu, sementara untuk mall lain seperti, Palembang Trade Center (PTC) Rp 3 ribu.

“Untuk parkir di IP, akan bertambah lagi jika waktu kita berkunjung lebih dari satu jam. Artinya kelipatan atau biasa disebut parkir progresif,”katanya, Kamis (19/2).

Warga lainnya, Evi mengatakan, untuk parkir di dalam mall memang lebih aman, jika dibandingkan parkir di badan jalan. Tapi, tarif yang dikenakan untuk pengguna sepeda motor maupun mobil cukup tinggi.

“Kami harap, Pemkot Palembang tidak menutup mata. Sudah sering masyarakat mengeluh,”katanya.

Evi menambahkan, kalau Pemkot Palembang berani mengambil tindakan tegas, pasti pengelola parkir mall mau mematuhi intruksi Pemkot Palembang. “Yang terpenting, berani atau tidak. Saya yakin pengelolla parkir mau mematuhi jika Pemerintah ambil tindakan tegas,”katanya.

Sementara itu, sebelumnya, Kabid Pengkajian dan Pengembangan Pajak, Dispenda Palembang Meriza Novilia mengatakan, untuk menyamakan tarif parkir tersebut, pihaknya sudah memanggil pihak pengelola parkir yang ada di mall. Tapi, untuk besarannya, pihaknya tidak bisa menentukan.

“Karena di dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Palembang, tidak menyebutkan angka parkir, yang menentukannya pengelola. Tapi, itu khusus pajak parkir. Kalau yang ada di badan jalan yang mengaturnya Dishub, yakni sebesar Rp 1.000 untuk motor, dan Rp 2 ribu untuk mobil,”katanya.

Sambung Meriza, sebenarnya pihaknya sudah banyak menerima keluhan masyarakat terhadap tingginya tarif parkir di mall tersebut. Oleh itu, pihaknya akan berusaha untuk menyamakan tarif.

“Sebenarnya semakin tinggi pendapatan mereka, maka semakin besar pula pemasukan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena, 30 persen omset dari parkir tersebut akan masuk ke kas daerah. Tapi, agar masyarakat tidak resah, tarif parkir harus disamaratakan,” ujarnya.

 

TEKS       : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster