Ribuan Tahu Berformalin Disita Polisi

 358 total views,  2 views today

Tahu berpormalin yang disita Polisi. | Dok KS

Tahu berpormalin yang disita Polisi. | Dok KS

PALEMBANG – Jelang Hari Raya Tahun Baru Cina (Imlek) yang akan disambut warga keturunan Tionghoa, Botan (53) produsen tahu di kawasan Jalan Putri Rambut Selako, Kelurahan Padang Selasa, Kecamatan Ilir Bart I Palembang ini, memproduksi ribuan tahu berbahan pengawet mayat.

Pria paruh baya itu ditangkap saat berada di Pasar Retail, Jakabaring Palembang. Dari penangkapan ini, ada sembilan ribu lebih tahu yang berhasil diamankan sebelum didistribusikan kepada pedagang. Jika diuangkan, tahu tersebut total senilai Rp8 juta. Selain itu, satu unit mobil Mitsubishi L 300 jenis pick up yang digunakan untuk mengangkut tahu.

Botan yang sudah memproduksi tahu beformalin sejak 2012 ini mengaku memproduksi dua kali lipat tahu beformalin. Tahu yang ia produksi itu selalu habis dengan didistribusikan ke sejumlah pasar tradisional.

“Tahu itu memang saya distribusikan ke pasar-pasar. Selain Pasar Jakabaring, didistribusikan juga ke Pasar Kenten, Pasar Plaju, dan juga ke Lampung. Termasuk juga ke sejumlah warung,” kata Botan, Selasa (17/2) siang.

Ungkap Botan, dirinya membeli formalin dari seorang peternak ayam di kawasan Kenten. Agar disetujui oleh si pemilik formalin, Botan beralasan formalin itu untuk mengusir semut yang ada di pabriknya. Satu botol formalin, Botan megeluarkan uang senilai Rp30 ribu. Masih kata Botan, alasan menggunakan formalin adalah untuk menghemat biaya produksi. Perbandinganya, tahu yang ia produksi tanpa formalin hanya tahan lima sampai enam jam. Sedangkan tahu yang mengandung formalin bisa tahan 24 jam. Satu tahu ia jual Rp 500 hingga Rp400.

Ditanya tentang bagaiman mendistrinbusikan tahu tersebut, Botan terkadang datang langsung ke pemesan. Untuk yang di Lampung, pemesannya sendiri yang datang ke rumah Botan. Ia pun mengakui, sejak menjual tahu formalin, ia menerima untung lebih banyak.

Lanjut Botan, pemesan tahu yang diproduksinya bertambah. Tak ayal, produksi tahu dengan menggunakan formalin itu naik dua kali lipat dari hari biasa.

“Ada sembilan karyawan dan satu sopir. Formalin saya campurkan di air perendaman tahu, bukan dicampur dengan bahan pembuatan,” kata Botan.

Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Sumsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Pambudi, mengatakan pihaknya menangkap Botan berdasarkan informasi masyarakat. Saat ini, Botan belum diberlakukan penahanan karena masih dinilai koperatif.

“Kita masih menunggu keterangan saksi ahli dari BPPOM dan hasil laboratorium. Namun, dari pemeriksaan yang kita lakukan, tahu yang ia produksi memang mengandung formalin. Selain itu, ia juga tidak memiliki izin dalam mengoperasikan tahu,” tukas Pambudi.

 

Teks      : Oscar Ryzal

Editor     : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster