Polisi Pagaralam Bidik 11 Tersangka Kasus Korupsi

 152 total views,  3 views today

PAGARALAM – Menjadi skala prioritas tahun 2015, Kepolisian Resor (Polres) Kota Pagaralam, bidik 11 tersangka dugaan kasus korupsi dari tiga kasus yang sudah ditangani, diantaranya korupsi proyek Baju Linmas, Dana BAZ dan proyek Amdal Lapangan Terbang Atung Bungsu tahun 2007.

Kapolresta Pagaralam, AKBP Saut P Sinaga SIK MSi, melalui Kasat Reskrim Iptu JK Nababan SSos melalui Kanit Pidkor Brigpol Candra Utama SE, kemarin menjelaskan, saat ini ada beberapa kasus korupsi sudah lebih dahulu ditetapkan para tersangkanya, bahkan sudah dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pagaralam.

“Tahun ini (2015) kita menargetkan sedikitnya 10 hingga 13 tersangka dugaan korupsi dari beberapa kasus yang sudah masuk tahap penyidikan,” bebernya.

Ia mengatakan, untuk proyek baju linmas di Badan Kesbangpolinmas, sudah ditetapkan 3 tersangka. Kemudian korupsi dana BAZ ada 4 tersangka dan akan ditambah 4 tersngka lagi untuk dugaan korupsi Amdal Lapter Atung Bungsu tahun 2007 senilai Rp800 juta.

“Ketiga tersangka korupsi proyek baju Linmas, diantaranya Suhardi selaku PPTK di Badan Kesbangpol sekarang menjabat di DKP dan PPK Hazril Nopriando Sekretaris Kesbangpol. Sedangkan tersangka yang ketiga dari pihak pelaksana CV Sumber Abadi Tekstil Palembang atas nama Lion Samchong,” katanya.

Dijelaskan para tersangka dugaan korupsi dana BAZ, yakni Listiana bendahara Kecamatan Pagaralam Utara, Legiman bendahara Dinas  PU, Mukamin bendahara Dinas Perternakan dan Perikanan serta Surimawati bendahara Satpol PP, dengan total kerugian mencapai Rp461.146.930 dari empat SKPD tersebut.

Sementara untuk penetapan tersangka proyek Amdal Lapter Atung Bungsu di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, kata Candra, sejauh ini tengah menunggu hasil audit BPKP yang diperkirakan awal Maret 2015 selesai.

“Dugaan korupsi proyek Amdal Atung Bungsu di Dishubkominfo Kota Pagaralam tahun 2007 senilai Rp800 juta akan ditetapkan 4 tersangka pada awal Maret 2015 mendatang,” ungkapnya.

Saat ini pihaknya masih menunggu hasil audit untuk penetapan para tersangkanya dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah lagi tersangka-tersangka baru lainnya yang ikut terlibat dalam proyek fiktif dimaksud.

 

TEKS       : ANTONI STEFEN

EDITOR    : FJ ADJONG

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster