Golkar Sumsel Punya Kriteria Tersendiri untuk Balon Kepala Daerah

 339 total views,  2 views today

M Yansuri Ketua Bapilu Golkar Sumsel. | Dok KS

M Yansuri Ketua Bapilu Golkar Sumsel. | Dok KS

PALEMBANG – Jelang pelaksanaan Pilkada di tujuh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan (Sumsel), Partai Golkar Sumsel mempunyai kriteria tersendiri untuk mencalonkan kepala daerah di masing-masing kabupaten dan kota. Namun, yang pasti calon tersebut harus dari kader Partai Golkar yang sudah melalui tahapan proses penjaringan calon. “Hal tersebut merupakan kebijakan dari pusat, dimana harus dari Partai Golkar yang memenuhi persyaratan-persyaratan,” ujar HM Yansuri, Wakil Ketua Pemenangan Pemilu DPD Golkar Sumsel, saat dibincangi di gedung DPRD Sumsel kemarin (17/02).
Yansuri menambahkan, ke depan pihaknya akan melakukan penjaringan untuk menentukan siapa orang yang bakal diusung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). “Tim itu akan melakukan penilaian yang mana masuk atau tidak, yang mana disenangi masyarakat atau tidak,” ungkapnya.
Namun demikian, Yansuri menegaskan, walaupun harus kader Golkar, bukan berarti yang bakal dimajukan adalah ketua partai. Namun, calon yang diusung itu benar-benar calon yang layak dan bisa memenangkan Pilkada. “Kalau anggota di mata masyarakat layak dan mampu, maka akan dicalonkan. Jadi tidak mesti ketua partai. Nanti juga akan ada survei dan uji publik untuk menentukan calon yang dimajukan,” terang politisi Golkar ini.
Yansuri juga menegaskan, dalam Golkar tidak ada jatah-jatahan untuk dimajukan menjadi kepala daerah. Namun, harus melalui mekanisme uji publik, sehingga kader yang bakal diusung benar-benar terbaik. “Kalau kaca mata kita tidak bisa melihat internal saja. Kalau Golkar hanya bisa melihat Golkar saja. Tapi masyarakat yang bisa menilainya mana yang layak, dan mana yang tidak,” ucapnya.
Disinggung jika ada calon di luar kader Golkar akan maju melalui Partai Golkar, Yansuri menerangkan, hal itu sangat terbuka. “Namun harus dengan perjanjian, dia akan menjadi kader partai. Nanti kalau sudah jadi, maka akan menjadi kader partai. Tapi kalau dia tidak mau ke partai, maka akan di lepas. Jadi bukan kader Partai Golkar lagi,” pungkasnya.

TEKS : ARDHY FITRIANSYAH
EDITOR : IMRON SUPRIYA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster