Disperindag Sajikan Latihan Menjahit

 122 total views,  3 views today

Ilustrasi Penjahit | Dok KS

Ilustrasi Penjahit | Dok KS

PALEMBANG – Disperindag berikan binaannya pelatihan menjahit selama lima hari di Balai UPT Tekstil Disperindag Sumsel. Fasilitas yang diberikan kepada peserta pelatihan yaitu berupa Mesin jahit manual, Mesin Obras, Mesin Kancing, dan juga mesin bordir.

“Kita berikan fasilitas antra lain ada tiga puluh mesin jahit manual, sepuluh mesin Obras dan beberapa mesin kancing dan mesin bordir. Untuk sekarang ini gratis, tinggal kontribusi bahan baku,” kata Afrian Joni, Kabid UPTD Balang Pengembangan Industri Disperindag Sumsel.

Pelatihan yang diberikan selama lima hari ini pada hari pertama di ikuti oleh sembilan peserta pelatihan yang diantaranya orang dewasa dan remaja. Untuk jamnya sendiri pelatihan ini di mulai pukul 09.00-12.00 WIB.

“Hari ini kita ada sembilan peserta yang umurnya kisaran 20 tahun keatas, tapi juga ada remaja seperti mahasiswa yang masih libur atau mereka yang baru tamat,” ucap Eddy, sebagai Koordinator Pengajar, Selasa (17/2).

Untuk hari pertama pelatihan di isi dengan belajar bagai mana cara mengukur, dan juga bagaimana caranya membuat pola disebuah kertas, untuk selanjutnya akan di isi lagi dengan bagaimana penerapan pola tersebut ke sebuah dasar dan kemudian di jahit.

“Untuk hari pertama kita baru belajar mengukur, apa saja yang akan di ukur dan setelah itu baru membuat pola, untuk seterus peserta bisa langsung menuangkan desainnya ke dasar kemudian lanjut ketahap selanjutnya yaitu memotong dan menjahit. Dan itu sampai hari kelima,” ujar Eddy.

Bahan dasar yang digunakan juga meliputi bahan batik, katun untuk baju sekolah dan pitoron BL, model baju yang saat ini juga sedang di pelajari yaitu model Blouse untuk perempuan dan kemeja laki-laki. Dalam hal ini juga peserta pelatihan akan mendapatkan Sertifikat dari UPTD Disperindag Sumsel.

“Saat ini kita masih belajar untuk dua model baju seperti blouse dan kemeja, dan setelah pelatihan ini juga mereka akan mendapatkan sertifikat,”ucapnya.

Usai gelombang pertama juga ada gelombang kedua untuk pelatihan menjahit ini, pihaknya juga menargetkan dalam gelombang kedua pesertanya bisa melingkupi ibi-ibu.

“Setelah mereka selesai dan mendapatkan sertifikat, mereka bisa membuka usaha sendiri, atau jika ada perusahaan jahit yang akan menarik mereka untuk menjadi pegawai, mereka sudah ada ketrampilan,” tukasnya.

 

TEKS      : YUNI DANIATI

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster