Dianggap Berikan Sumbangsih PAD, Pol PP Kurangi Penertiban Hiburan Malam

 431 total views,  2 views today

Razia Panti Pijat dan Temat Hiburan Malam Oleh Polisi Pamong Praja (Pol PP) | Foto : Bagus Park

Ilustrasi Razia Panti Pijat dan Temat Hiburan Malam Oleh Polisi Pamong Praja (Pol PP) | Foto : Bagus Park

PALEMBANG – Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Palembang Ismail Ali mengatakan, saat ini pihaknya memang mengurangi penertiban hiburan malam. Karena, banyak pengusaha mengeluhkan minimnya pemasukan. Sementara pajak harus terus dibayar.

Ismail mengatakan, hiburan malam maupun hotel yang ada di Metropolis dikenakan pajak. Kalau ditertibkan terus menerus, maka penghasilan pengusaha menurun drastis.

“Semua tempat hiburan, memberikan sumbangsih untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Palembang, sekarang sedikit dikurangi,”ungkapnya, Selasa (17/2).

Ismail menyebutkan, sebenarnya usaha hiburan malam kelas menengah maupun kelas atas sudah taat aturan. Misalnya jam operasional tepat waktu. Hanya saja, cafe-cafe kecil terselubung yang biasa melanggar aturan tersebut.

“Nah, tempat hiburan kecil-kecil yang biasanya melanggar, jadi citra hiburan malam semuanya buruk,”sebutnya.

Walaupun demikian, sambung Ismail, pihaknya akan mengintensifkan kembali razia hiburan malam, yang memang melanggar aturan yang menyebabkan masyarakat resah.

“Cafe-cafe kecil kami razia terus, selain itu wanita malam yang biasa mangkal di jalan-jalan umum juga kami tertibkan, seperti di kawasan Kambang Iwak (KI) dan lainnya,” katanya.

Ismail menambahkan, lokasi yang biasa dijadikan tempat cafe terselubung tersebut ada di beberapa tempat, seperti kawasan Jalan Soekarno Hatta, Alang-alang Lebar (AAL) dan Sukarame.

“Selain terselubung, cafe-cafe kecil juga tidak miliki izin,” tutupnya.

 

TEKS      : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster