Warga Tolak Desa Menang Raya Jadi Kelurahan

 679 total views,  2 views today

KAYUAGUNG – Sejumlah warga Desa Menang Raya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menolak kalau desa mereka akan dijadikan kelurahan. Mereka menilai bila desa tersebut jadi kelurahan maka tidak ada lagi orang pribumi yang memimpin desa.

Selain itu, hak masyarakat dalam memilih pemimpin desa melalui pemilihan kepala desa (pilkades), akan hilang bila desanya dijadikan kelurahan.

Darlin (39), warga Desa Menang Raya, Dusun 3 menolak tegas rencana ini. Menurut Darlin, jika Desa Menang Raya dijadikan kelurahan.

Maka akan sulit untuk warga pribumi berkesempatan menjadi kepala desa. Karena umumnya setiap kelurahan yang ingin menjadi lurah berasal dari PNS yang ditunjuk langsung oleh bupati OKI.

“Kami tidak ingin dipimpin orang lain.”ungkapnya.

Kepala Desa Menang Raya, H Hendri, saat dibincangi, Senin (16/2) membenarkan adanya rencana Desa Menang Raya yang akan diusulkan menjadi kelurahan.

“Ya benar ini sedang dalam pembahasan. Namun jelas saya pribadi tidak setuju. Bukan karena saya memiliki kepentingan, melainkan kalau desa ini jadi kelurahan. Maka akan dipimpin oleh orang lain.” jelas Hendri.

Dikatakan Hendri, Kecamatan Pedamaran terdiri dari 14 desa. Dan khusus Desa Menang Raya yang akan dijadikan kelurahan dengan alasan karena desa tersebut dekat dengan pusat pemerintahan kecamatan.

“Yang jelas kami akan perjuangankan agar desa ini tidak jadi kelurahan,” ujarnya.

Lanjut dia, pihaknya mengaku kondisi saat ini membuat dirinya tidak bisa berbuat banyak lantaran. Di kursi dewan tak satu pun wakil rakyat dari kota tikar tersebut yang duduk di kursi dewan tahun ini.

“Jadi siapa yang akan mendengar aspirasi kami kalau tidak ada perwakilan dewan dari Pedamaran. Tapi walau demikian kami tetap berusaha,” sambungnya.

Ditambahkannya, bila Desa Menang Raya dipimpin seorang lurah akan banyak mendapati kekurangan. Khususnya dalam hal pelayanan kepada masyarakat.

“Lurah kan tidak mungkin akan menginap di kantor. Pasti dia pulang ke rumah. Nah, bagaimana kalau nanti ada warga yang ingin lapor rumahnya kebakaran. Pasti akan sulit dalam berurusan. Kalau kades yang pimpin jelas kades bisa berurusan dengan masyarakat karena warga dapat kapan saja datang ke rumah kades. Walau harus datang tangah malam,” jabarnya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan mengadakan koordinasi dan rapat dengan warga agar Desa Manang Raya dibatalkan menjadiu keluarahan.

“Kami akan kumpulkan warga dan akan menolak keras rencana itu,” tegasnya.

 

TEKS       : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : FJM ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster