Tol Palembang-Indralaya Seharga Rp 3,4 Triliun

 438 total views,  2 views today

Jalan Lintas Palembang - Indralaya, | Dok KS

Jalan Lintas Palembang – Indralaya, | Dok KS

PALEMBANG – Tahapan pembangunan jalan tol Palembang-Inderalaya (Palindra) akan segera dikerjakan pada Maret 2015 mendatang. Mengingat pengerjaan tol Palindra ini termasuk rencana pusat yang akan membangun Trans Sumatera, dari Lampung hingga ke Aceh.

Untuk di Sumsel, pembangunan tol Palindra ditanggungjawabkan ke pihak PT Hutama Karya (HK). General Manager (GM) HK, Rizal Sucipto mengungkapkan, pembangunan tersebut dimulai dengan titik 7 kilometer jalan yang sudah dibebaskan oleh Pemprov Sumsel bersama Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir beberapa waktu lalu. Ia memprediksi jika pembangunan jalan tol nanti akan lebih sulit karena kontur tanah yang lembut.

“Kondisi tanah di sana sudah dikaji bahwa cukup lembut. Tanah keras baru ada 40 meter ke bawah. Makanya kita pakai teknik cakar ayam sebagai pondasinya. Kita yakin hasil kajian tehnis, sama seperti proyek jalan tol di Cengkareng,” ujarnya usai bertemu dengan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin di Griya Agung Palembang bersama Tim Spesifikasi Komisi VI DPR RI, Senin (16/2).

Menurutnya, dengan kondisi tanah yang lembut dan pondasi ceker ayam menyebabkan rentan terjadinya penurunan permukaan tanah. Namun hal itu akan disiasatinya dengan memasang gorong-gorong yang ditumpuk ke atas.

“Kita modifikasi pondasinya dengan menumpuk gorong-gorong. Mungkin biayanya lebih mahal sedikit, tapi tidak merusak lingkungan. Sebab bila tidak kita membutuhkan timbunan tanah yang banyak, sehingga dana yang dibutuhkan jauh lebih besar,” jelasnya.

Seperti diketahui, pembangunan tol Palindra diprediksi akan menghabiskan biaya sekitar Rp3,4 triliun. Dana awal pembangunan dibutuhkan sekitar Rp1 triliun yang bersumber pada Penyertaan Modal Negara (PMN), sekitar Rp600 miliar dan Rp400 miliar sisanya dari dana pinjaman.

“Kebutuhan dana tidak ada masalah. Dalam Peraturan Presiden penunjukkan HK, kita mendapat sumber dana dari PMN, investasi pemerintah, pinjaman luar negeri dan pinjaman lainnya. Jadi banyak sumber yang akan diupayakan untuk membangun tol Palindra,” jelasnya.

Lahan pembangunan untuk tol Palindra dibutuhkan seluas 302 hektare dengan rencana pembangunan beberapa tahapan. Pertama untuk Seksi I dengan panjang 10 kilometer dari KTM Rambutan menujui Indralaya. Lalu Seksi II Pemulutan-KTM Rambutan sepanjang 5 kilometer dan yang terakhir Seksi III Palembang-Pemulutan sepanjang 7 kilometer.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Dodi Reza Alex mengatakan, jalan tol Palindra sudah jadi prioritas pembangunan pemerintahan karena memenuhi persyaratan untuk segera dilakukan. Ia mengatakan, beberapa hal sudah dilakukan pemerintah daerah agar pembangunan tol Palindra segera dilanjutkan.

“Tol Palindra tidak bisa ditunda hingga 2017. Secara finansial dan ekonomi, tol Palindra memenuhi kelayakan paling tinggi dibanding tol lain. Sudah sangat mendesak untuk dibangun, mengingat tingkat kemacetan yang tinggi dan rawan kecelakaan. Jalan antara Palembang dan Indralaya sudah seperti malaikat pencabut nyawa sehingga sudah harus segera,” katanya.

Menurutnya, tol Bakauheni-Terbanggi Besar yang hendak menggantikan Palindra belum memenuhi aspek. Seperti bentang jalan yang cukup panjang dan pembebasan lahan yang belum dilakukan oleh pemerintah daerah. Oleh sebabnya pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Palindra didahulukan bersama jalan tol Medan-Binjai.

“Tol Bakauheni-Termanggi Besar mencapai 139 kilometer melewati lahan milik warga dan sebagainya. Pembebasan lahan belum dilakukan pemerintahan setempat. Berbeda dengan Palindra yang hanya sepanjang 22 kilometer dibagi dalam tiga seksi, yang di antara seksi itu lahannya sudah siap. Biayanya pun paling murah dibanding jalan tol lain,” pungkasnya.

TEKS:IMAM MAHFUZ
EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster