Mega Proyek Monorel Palembang belum temukan titik terang

 439 total views,  2 views today

PALEMBANG – Belum adanya titik terang antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dengan pihak swasta dalam pembangunan mega proyek Monorel, membuat Pemprov mencoba meminta bantuan dari pusat dengan memasukkan proposal bantuan pendanaan guna mempercepat proyek tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel, Nasrun Umar mengakui ingin mencari solusi percepatan pembangunan proyek ini ke pihak pusat. Yaitu, pihaknya akan memasukkan proposal ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sebab pembangunan monorel ini merupakan sarana pendukung Asian Games 2018 mendatang.

“Kenapa ke Kemenpora? Sebab, kita meyakini kementerian ini sangat kuat kaitannya dengan Asian Games 2018 nanti. Karena dengan adanya monorel pasti bisa menjadi solusi transportasi dari dua arah, baik dari Ulu maupun Ilir Kota Palembang,” kata Nasrun saat diwawancarai disela-sela pemaparan Tim Spesifik Komisi VI DPR RI di Griya Agung, kemarin.

Selain mengajukan proposal ke Kemenpora, Pemprov Sumsel juga mengajukan ke pihak Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian. Ia menuturkan, pembangunan monorel bisa dibiayai oleh APBN yang ada di Dirjen Perkeretaapian karena di sana ada Surat Berhagra Syariah (SBSN) yang juga mulik Bappenas yang nilainya lumayan besar. “Pengajuan ke sini sudah kita kirim beberapa hari lalu,” tambahnya.

Opsi terakhir, yaitu tetap menjajaki keinginan kerjasama dengan pihak yang sudah berminat membangun monorel, yakni Scoomi dari Malaysia dan Intamin Transportation dari Swiss. Opsi terakhir ini tetap dimasukkan, namun pola kerjasama yang ditawarkan swasta ini sedikit berat bagi Pemprov Sumsel. Kedua perusahaan asing itu meminta lahan minimal empat hektar di setiap stasiun pemberhentian monorel. Tujuannya pengembangan stasiun menjadi tempat komersil yang menguntungkan.

“Namanya Transit Oriented Development. Itu berat karena mereka minta lahan minimal empat hektar tiap stasiun. Masalahnya tidak semua stasiun yang akan kita bangun memiliki lahan seluas itu. Tapi kerja sama ini masih berjalan dan dibicarakan lebih lanjut,” terangnya.

Langkah proposal pendanaan monorel ke pusat yang disebut Nasrun sebagai terobosan itu dinilai berpeluang besar. Apalagi proyek monorel membutuhkan dana setidaknya hingga USD 550 juta atau sekitar 6 triliun dengan kurs Rp12.000.

Menurut Nasrun, Dishubkominfo Sumsel merancang pembangunan monorel dengan dua koridor. Dalam Koridor I, kereta akan melintasi bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II-Jalan Kolone H Burlian-Jalan Demang Lebar Daun-Jalan Angkatan 45-Jalan Kapten A Rivai-Jalan Jenderal Sudirman dan Masjid Agung. Untuk koridor II, kereta mulai dari Masjid Agung-Jakabaring Sport City. Akan ada 24 stasiun yang rencananya dibangun sepanjang Koridor I atau Koridor II.

“Trase kedua koridor itu sudah disetujui pemerintah. Dokumen dan semuanya sudah disiapkan. Maka kita targetkan harus selesai sebelum tahun 2017. Bila tidak kedua-duanya selesai, kita pastikan bangun satu koridor dulu dengan yang utama adalah Koridor II,” jelasnya.

 

TEKS       : IMAM MAHFUZ

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster