Banjir Datang, Durian Kami Malang!

 315 total views,  2 views today

 

Keterlambatan pengiriman durian ke Pulau Jawa gara-gara banjir, membuat para penjual mengeluh. | Dok KS

Keterlambatan pengiriman durian ke Pulau Jawa gara-gara banjir, membuat para penjual mengeluh. | Dok KS

Para penjual buah durian di Kecamatan Tanjung Agung, Muaraenim, mengeluh atas keterlambatan pengiriman durian ke Pulau Jawa gara-gara banjir yang melanda di sejumlah kota di Pulau Jawa.

 

Muarenim – Yulis (35), petani buah durian dari Desa Tanjung Baru mengungkapkan, buah durian di Kecamatan Tanjung Agung, khususnya di Desa Tanjung Baru, memang sedang musim panen.

Setiap hari dirinya bisa mengumpulkan ratusan buah durian dari kebun miliknya. Dibantu suami, setiap hari buah-buah tersebut dijual di pinggir jalan lintas di desanya.

“Kami kesulitan memasarkan buah-buahan ini, jadi kami jual murah. Satu karungnya saja saya jual 70 ribu isi 15 buah besar-besar. Biasanya kami jual ke Pulau Jawa, namun terhambat karena disana lagi hujan,” tutur Yulis, kemarin (16/2).

Ditambahnya, musim hujan ini buah durian banyak yang jatuh, sehingga para petani harus rela menunggui kebun selama 24 jam.

Menurutnya, disampaing harga karet sekarang sedang tidak bagus, maka petani beralih berjualan buah durian di pinggir-pingir jalan maupun membawanya ke luar daerah.

“Warga di sini untuk sementara berjualan durian di pinggir jalan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mengandalkan dari hasil karet juga tidak cukup,”katanya.

Sementara itu, Amir (50), pengepul buah durian dari Desa Pagar Dewa, Kecamatan Tanjung Agung ini mengeluhkan semenjak di Kota Jakarta maupun beberapa kota di Pulau Jawa terjadi banjir, membuat pengiriman di kota-kota tersebut berhenti.

Akibatnya, buah durian di Kecamatan Tanjung Agung, khususnya dari Desa Pagar Dewa menumpuk di tempat pengepul.

“Kita kesulitan pemasaran, sehingga harganya anjlok, rata-rata empat ribu rupiah per buah besar. Biasanya, setiap musim durian banyak mobil-mobil truk yang akan ke Jakarta mampir dan bawa durian dari sini,” ungkap Amir kepada koran ini.

Menurutnya, setiap hari dirinya bisa mengumpulkan buah durian dari para petani mencapai 10 ribu buah. Karena sekarang permintaan sedang turun membuat buah durian tersebut harganya anjlok.

Namun, begitu dirinya tetap berusaha untuk menghabiskan buah-buah tersebut agar tidak mendapatkan resiko merugi.

“Tetap kita kirim ke beberapa daerah di saja. Dan banyak juga pedagang yang datang membeli durian dari Desa Pagar Dewa, karena katanya buahnya terkenal manis,” terangnya.

 

TEKS          : SISWANTO

EDITOR      : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster