Ratusan Siswa Ikuti Pelatihan “Muslim Youth Movement 2015”

 321 total views,  2 views today

 

 

Ustadz Joni Kuswantoro, saat mengisi materi Pelatihan Muslim Youth Movement (MY Movement 2015) dengan tema Kamilah Pemimpin Masa Depan di Aula Lavender D'Premium Hotel. | Dok KS

Ustadz Joni Kuswantoro, saat mengisi materi Pelatihan Muslim Youth Movement (MY Movement 2015) dengan tema Kamilah Pemimpin Masa Depan di Aula Lavender D’Premium Hotel. | Dok KS

PALEMBANG – Pelajar tidak cukup hanya sekadar mewujudkan keshalihan diri pribadi, tetapi harus berperan serta dalam upaya menyeruhkan kebaikan. Tujuannya agar bangsa dan negara bisa terangkat dari keterpurukan. Oleh sebab itu, harus diawali menjadi pemimpin di sekitar. Masing-masing orang harus bisa menjadi figur kebaikan. Demikian diungkapkan Ustadz Joni Kuswantoro, saat mengisi materi Pelatihan Muslim Youth Movement (MY Movement 2015) dengan tema Kamilah Pemimpin Masa Depan di Aula Lavender D’Premium Hotel Sekolah Internasional Harapan, Palembang, Minggu, (15/2).

Ia mengatakan, remaja sekarang sudah sangat mengkhawatirkan. Sebagian mereka lebih merasa bangga dilihat orang ketika melakukan hal negatif dibanding positif. Akibatnya perilakunya telah banyak yang melenceng dari agama. “tidak bisa dinafikan, siswa remaja sekarang sudah banyak melakukan hubungan seks bebas, kekerasan, dan mereka bangga dengan itu,” ujarnya.

Melalui acara ini, menruut Ustadz Joni untuk menekanlan lagi, kalau dalam Islam telah mengajarkan ilmu yang luar biasa. Diantaranya, siswa bukan hanya dituntut untuk memahami fiqih, tapi banyak dalam Alquran yang mengajarkan segala ilmu pengetahuan yang sudah terbukti hingga sekarang. “Mereka harus tahu, bahwa Islam merupakan pusat ilmu, sebelum manusia menemukan rumus tentang ilmu pengetahuan, Alquran telah dulu

menjelaskannya,” ujarnya.

Ia mengharapkan, melalui pelatihan ini, akan ada generasi muda yang muncul dan bisa menjadi contoh bagi orang lain. Sehingga, remaja bukan dikenal dengan kekerasan, tetapi dikenal dengan banyak prestasi.

Sementara itu, Ketua Lembaga Dakwah Sekolah (LDS) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumsel), Anton Febrian mengatakan, bahwa masih banyak remaja yang peduli dengan bangsa, mereka mau belajar bagai mana cara menjadi remaja muslim yang bisa mebawa kebaikan bagi orang di sekitarnya. “Ini membuktikan, diantara banyak remaja, masih ada yang ingin mengetahui peran dari remaja terhadap bangsa dan agama,” ujarnya.

Anton mengatakan, HTI akan terus mendorong para remaja agar mereka bisa menjadi figur di sekolah. Sebab jika sesama siswa saling mengingatkan, tentu akan lebih mudah diterima dibandingkan dengan mengumpulkan di masjid dan mengajarkan mereka.

“Kita mencoba untuk mencuri hati para remaja, dengan cara di setiap sekolah ada kader yang bisa menjadi figur bagi teman-temanya,”ungkpanya.

Sementara itu, Wawan salah satu siswa yang mengikuti pelatihan mengaku sangat senang, ia juga merasa memiliki banyak tanggung jawab dalam hidupnya, sehingga sebagai remaja, harus bisa jadi pemimpin yang baik dari sekarang, agar kedepannya Indonesia lebih baik. “Senang kak, baru sadar apa tanggung jawab kita sebagai remaja muslim, kalau remaja hancur maka akan hancur juga bangsa kita,” ujarnya.

 

TEKS         : ANDI HARYADI

EDITOR      : IMRON SUPRIYADI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster