Ratusan Kost-kostan di Palembang tak Miliki Izin

 887 total views,  2 views today

Meskipun Pemerintah Kota Palembang sudah mewajibkan usaha rumah kos atau kontrakan memiliki Surat Izin Tempat Usaha. Tapi ratusan kos-kosan di Metropolis tidak miliki izin.Tampak kos-kosan di kawasan salah satu kampus kota Palembang. | Foto : Bagus Kurniawan/KS

Meskipun Pemerintah Kota Palembang sudah mewajibkan usaha rumah kos atau kontrakan memiliki Surat Izin Tempat Usaha. Tapi ratusan kos-kosan di Metropolis tidak miliki izin.Tampak kos-kosan di kawasan salah satu kampus kota Palembang. | Foto : Bagus Kurniawan/KS

PALEMBANG – Meskipun Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sudah mewajibkan usaha rumah kos atau kontrakan memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU). Tapi ratusan kos-kosan di Metropolis tidak miliki izin.

Berdasarkan pantauan Kabar Sumatera, beberapa hari lalu di kawasan Plaju, banyak berdiri usaha kos-kosan baru. Bahkan, angka mencapai ratusan. Tapi, sayangnya pendirian usaha kos-kosan tersebut tanpa izin. Walaupun demikian, belum ada tindakan tegas dari Pemkot Palembang untuk menertibkan usaha tanpa izin tersebut.

Salah seorang pemilik usaha kos-kosan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, ia mendirikan kos-kosan tidak ada izin. Ia beralasan, tidak mengetahui harus mengurus izin apa. Karena sepengetahuannya, kalau mau dirikan bangunan tidak perlu izin-izin.

“Saya ada 13 kamar kos-kosan, semuanya sudah terisi. Kebanyakan mahasiswa. Uang sewa setiap kamar Rp500 ribu perbulan,”ungkapnya, saat dibincangi di tempat usaha kos-kosannya, di Jalan Silaberanti, Kecamatan Plaju.

Pria yang mengaku sudah puluhan tahun memiliki usaha kos-kosan itu menyebutkan, selama ini tidak pernah ditarik pajak untuk usahanya.

Ya, tidak ada pajak, kami tidak mengerti soal itu. Untuk izin-izin saya tidak ngerti,”katanya.

Pemilik kos-kosan lainnya, yang juga enggan disebutkan namanya mengatakan, pihaknya tidak mengetahui kalau usaha kos-kosan diwajibkan untuk mengurus SITU.

“Kami tidak tahu, kalau kos-kosan wajib ada SITU. Pemerintah tidak pernah sosialisasikan hal itu kepada kami,”ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Palembang Ridwan mengatakan, setiap usaha, apapun bentuknya wajib membuat SITU. Menurutnya, usaha kos-kosan di Metropolis, sebagian sudah ada izin. Tapi, banyak juga yang belum ada izin.

“Bagi yang belum ada izin, kami akan lakukan pendekatan, sifatnya persuasif dahulu. Kemudian layangkan surat panggilan, sehingga, pemilik usaha segera mengurus perizinan sesuai ketentuan yang berlaku,”katanya.

Sambung Ridwan, kedepan pihaknya akan mendata kembali. Berapa banyak kos-kosan yang berdiri di Palembang. Karena, hal itu berkaitan erat dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Palembang.

“Untuk biayanya sama, seperti mendirikan usaha lainnya. Artinya tidak dibeda-bedakan. Kami berharap, kesadaran pemilik usaha kos-kosan kedepan lebih meningkat. Kami juga harapkan, peran serta masyarakat untuk melapor ke kami, jika ada pembangunan usaha tanpa izin,” dijelaskannya.

 

TEKS       : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster