Polda Siap Ringkus Penunggak Pajak

 291 total views,  2 views today

PALEMBANG – Guna menindak penunggak pajak yang merugikan Negara Indonesia, pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), tanpa padang bulu akan meringkus siapa saja yang terbukti tidak membayar pajak.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel, Inspektur Jendral Polisi (Irjend Pol) Iza Fadri, mengatakan sebelumnya pihak dari Kantor Wilayah (Kanwil) Pajak Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), sudah berkodinasi dengan pihak Polda Sumsel agar menangkap pelaku penunggak pajak dan akan dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan).

“Polri ini juga termasuk aparat pemerintahan yang mendukung segala program yang dicetuskan dan dilaksanakan oleh pemerintah. Termasuk juga kebijakan pemerintah yang memberlakukan penahanan terhadap penunggak pajak, Polri juga ikut diajak,” kata Iza, Minggu (15/2).

Dilanjutkan Iza, tugas yang diemban Polda Sumsel dalam penahanan untuk penunggak pajak ini adalah mengawal aparat pajak dalam membawa penunggak pajak ke Rutan Pakjo Palembang. Iza menilai, apa yang dilakukan aparat pajak ini sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan mengajak Polri ikut serta membawa penunggak pajak ke Rutan Pakjo Palembang.

Masih kata Iza, dalam suatu penjemputan paksa, memang harus dikordinasikan dengan Polri. Pasalnya, lembaga Polri memiliki wewenang untuk melakukan upaya tegas jika dalam suatu penangkapan mendapat perlawanan dari pihak yang akan dibawa. Hanya saja, dalam hal penunggak pajak, Polri hanya mengikuti apa yang dikordinasikan oleh Kanwil Pajak.

Lanjut Iza, tugas pengawalan dalam menangkap penunggak pajak ia serahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel. Pasalnya, pajak masih berkaitan dengan subdit tersebut sehingga diterjunkan anggota yang sesuai dengan bidangnya. Hal ini berlaku untuk seluruh jajaran Polda Sumsel.

“Aparat pemerintahan harus melakukan tindakn secara terintegrasi. Dengan kata lain, dalam suatu program, seluruh lembaga yang ada di aparat pemerintahan wajib diikut sertakan, terutama menyangkut persoalan hukum,” kata Iza.

Selain memiliki wewenang dalam melakukan tindakan tegas saat melakukan penangkap, Iza mengatakan, dalam hal penunggak pajak Polda Sumsel ikut mengawasi penyidikan yang dilakukan oleh Ditjen Pajak Sumbagsel.

Wewenang penyidikan, selama itu berkaitan dengan pajak, memang ada di tangan Ditjen Pajak Sumbagsel. Namun, penyidikan ini diawasi oleh Ditreskrimsus Polda Sumsel supaya mencegah penyidikan menyimpang dari KUHP dan KUHAP yang berlaku.

Salah satu kasus pajak yang diawasi oleh Polda Sumsel adalah kasus faktur fiktif yang diduga dilakukan oleh salah satu pemilik perusahaan di Palembang. Kata Iza, mulai dari awal, kasus ini ikut serta diawasi oleh Polda Sumsel. Pengawasan juga akan berlaku hingga nantinya tersangka dan barang bukti dilimpahkan ke Kejati Sumsel.

“Proses hukumnya sudah P21 dan masih menunggu pelimpahan tersangka dan barang bukti. Semuanya merupakan wewenang Ditjen Pajak Sumbagsel dan Polda Sumsel hanya mengawasi pelaksanaannya,” singkat Iza.

 

TEKS      : OSCAR RYZAL

EDITOR   : JUNAID ABDILLAH





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster