Pilkada Sumsel, Golkar Siap Bertarung di 7 Kabupaten

 270 total views,  2 views today

pilkada-langsungadaPALEMBANG – Partai berlambang pohon beringin (Golkar) memastikan diri akan tetap turut serta dalam perhelatan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) seluruh Indonesia, termasuk tujuh kabupaten di Sumatera Selatan (Sumsel).

Wakil Ketua Umum DPP Golkar Nurdin Halid, dalam menyakinkan kepengurusan partai Golkar versi Aburizal Bakrie (ARB), Minggu (15/2) melakukan rapat internal secara tertutup dengan pengurus DPD provinsi dan kabupaten dan kota partai Golkar se-Sumsel dengan langsung dihadiri Ketua DPD Golkar Sumsel Alex Noerdin dan petinggi DPD Kabupaten/kota se-Sumsel. Acara sendiri berlangsung di Hotel Arista Palembang.

Ungkap Nurdin saat dibincangi usai acara, rapat koordinasi itu merupakan suatu bentuk konsilidasi untuk lebih mempertebal komitmen, dan pencerahan, serta lebih meyakinkan pengurus Golkar se-Sumsel. Bahwa tidak ada keraguan atas hasil Munas (Musyawarah Nasional) Golkar di Bali beberapa waktu lalu dengan munculnya dualisme antara kubu mereka dan Agung Laksono.

“Dalam keikutsertaan kompetisi politik apapun di setiap daerah, tidak ada perlu keragu-raguan keikutsertaan seluruh pegurus partai Golkar. Baik pemilihan kepala daerah tingkat Kabupaten/ kota (Pilbup/Pilwako), maupun Provinsi (Pilgub) di Sumsel,” tegas dia, Minggu (15/2).

Tak hanya itu, dirinya juga mengungkapkan, ketika acara itu dia menyampaikan penjelasan terhadap pengurus partai Golkar di Sumsel, Terkait adanya perubahan regulasi Pilkada kedepannya.

Dalam kesempatan tersebut jugalah, Nurdin memastikan jika partai Golkar masih tetap ikut berkompetisi dalam Pilkada, meskipun ada dualisme kepengurusan ditingkat pusat, karena adanya garansi dari pemerintah.

“Dalam menghadapi Pilkada kedepan kita menyampaikan revisi undang-undang pilkada tertentu, seperti sekarang sudah ada PKPU( Peraturan KPU), jika tahapan sudah dimulai, dan itu menciptakan sedikit kekhawatiran di daerah dan kita (Golkar) tidak bisa ikut.

Namun, yang paling penting dalam hal ini, sudah ada surat dari Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang secara legal, untuk sementara mengakui dulu yang berlaku di Kemenkumham adalah hasil kepengurusan Munas Riau, dengan ketum ARB sekretaris Idrus Marhan. Sehingga secara legalitas seluruh instrumen partai itu bisa bergerak dan itu legal,” jelasnya.

Masih kata Nurdin, pembahasan dalam rapat internal tersebut pula pihaknya membahas persiapan suksesi kepemimpinan partai Golkar di tingkat daerah.

“Kemudian juga dibahas persiapan Musyawarah Daerah (Musda) tingkat II, maka dari itu konsilidasi pimpinan tingkat Desa, Kecamatan, baru Musda II. Kemudian dilanjutkan tingkat I, dan itu yang dikehendaki semua kader, sehingga konsederasi partai sambil menunggu putusan pengadilan, terhadap dualisme kepengerusan Golkar yang ada. Kita tetap legal masih bisa jalan dan itu diakui,” tutup mantan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ini.

Di tempat yang sama, Sekretaris DPD Golkar Sumsel Herpanto ketika ditanya mengenai kesiapan Golkar Sumsel dalam menghadapi Pilkada yang akan berlangsung dibeberapa Kabupaten Kota menerangkan, pihaknya akan mengutamakan kader internalnya disetiap Pilkada Bupati di Sumsel dalam waktu dekat.

Walau demikian, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan calon yang diusung partai berlambang pohon beringin tersebut dari eksternal partai.

“Hingga saat ini belum ada calonnya, tetapi kita nanti tetap memprioritaskan kesepakatan organisasi itu adalah kader Golkar, dan untuk 7 kabupaten itu, kita mengutamakan kader kita,” ungkap dia.

Dirinya juga mengakui, meski belum ada nama yang akan diusung, namun hingga saat ini sudah terdapat kader Golkar yang melakukan sosialisasi dan kemungkinan besar akan didukung, dan nanti secara resmi akan dilakukan sesuai mekanisme yang ada di partai.

“Sudah banyak yang bergerak, seperti di OKU Timur terdapat nama Edwar Jaya dan Beni yang sudah bergerak. Namun mekanisme partai nanti akan diusulkan melalui penjaringan, lalu kabupaten merekrut 10 calon nama, kemudian diproses ke tingkat Provinsi untuk dikrucutkan menjadi lima nama. Di mana lima nama nanti akan diusulkan ke DPP untuk direkomendasikan 1 nama yang diusung,” tandasnya.

 

TEKS        : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster