Pergaulan Remaja Saat ini Sangat Memprihatinkan

 225 total views,  4 views today

PALEMBANG – Pelajar merupakan salah satu elemen masyarakat yang memilik potensi luar biasa. secara kuantitas, penduduknya sangat besar. Namun potensi itu kenyataan yang ada sekarang berbeda, dimana pelajar di Indonesia dihadapkan banyak masalah, baik itu masalah pergaulan, spiritualitas, dan akademik.

Ketua Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumatera Selatan (Sumsel) Mahmud Jamhur mengatakan, akhlak remaja telah banyak menyimpang. Faktanya, menurut Jamhur, pergaulan remaja sebanyak 46 persen yang berusia 15-19 tahun disinyalir pernah berhubungan seksual. Sisanya 48-51 persen perempuan yang hamil adalah remaja, dan bukan hanya terjadi di kota-kota besar, namun hingga ke pelosok desa.

“Remaja kita sudah hancur pergaulannya, sekitar 2 juta dalam setahun telah terjadi aborsi dari kalangan pelajar, ditambah dengan tawuran yang marak hingga menimbulkan korban jiwa,” ungkap Mahmud saat ditemui di Kantor Pusat HTI Sumsel, belum lama ini.

Selain pergaulan yang rusak, spiritualias juga mulai menyimpang, dimana pelajar  melakukan praktek tidak rasional yang telah berbau syirik, seperti meminta wajangan ke makam menjelang ujian. Sedangkan dalam hal akademik, krisis kepercayaan diri para remaja telah melanda, maraknya penjualan kunci jawaban setiap menjelang Ujian Nasional (UN)
tentu akan merusak masa depan pelajar.

“Mereka sudah tidak mementingkan masa depannya, melainkan hanya memikirkan kepentingan nilai ujian yang baik, tanpa diiringi akhlak yang baik,” ujarnya.

Inilah yang menjadi perhatian khusus Lembaga Dakwah Sekolah (LDS) HTI Sumsel
terhadap dunia remaja. Hal ini dilakukan sehingga dapat mendorong HTI Sumsel untuk penyelenggaraan acara besar bagi remaja muslim Indonesia yang bertajuk Muslim Youth Movement (MY Movement 2015) dengan tema “Kamilah Pemimpin Masa Depan, sebuah training yang dirancang untuk menbina mereka menjadi pemimpin masa depan.

Wakil Ketua Lembaga Pendidikan Sekolah HTI Sumsel Herliyandi mengatakan, dengan acara ini, para pelajar diajak untuk menyadari kedudukannya, peran dan tanggungjawabnya sebagai seorang hamba Allah dan generasi penerus untuk berkomitmen terhindar dari permasalahan yang tengah membelit dunia pelajar, agar menjadi pelajar yang
shalih-shalihah.

Lanjutnya, para pelajar diharapkan akan siap berkontribusi untuk memperjuangkan memperbaiki masa depan bangsa dan negara, dengan menjadikan Islam sebagi satu-satunya solusi. “Kita harap dengan pelatihan ini, akan muncul pelajar yang cerdas menjalani hidupnya, mampu bersikap sesuai dengan tuntunan ajaran agama Islam,” ujar Herliyandi.

Kegiatan ini sendiri rencananya akan digelar  hari minggu, 15 Februari 2015 di Aula Lavender D’Premium Hotel Sekolah Internasional Harapan, dan dibatasi hanya 5 ratus siswa untuk semua Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat  di Palembang. “Sampai hari ini sudah 3 ratus siswa yang telah mendaftar, namun kita batasi 5 ratus siswa saja,” ungkapnya.

TEKS       : ANDI HARYADI

EDITOR   : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster