Penderita Kanker bagi Anak-anak di Sumsel capai 20 Persen

 314 total views,  2 views today

Ilustrasi |Dok KS

Ilustrasi |Dok KS

PALEMBANG – Komunitas Peduli Kanker Anak dan Penyakit Kronis (KPKAPK) Sumsel mencatat, penderita kanker bagi anak-anak di Sumsel mencapai 20 persen dari total penderita umum kanker lainnya. Hal ini menjadi perhatian serius bagi komunitas ini mengingat generasi anak usia dini merupakan roda penerus bangsa. Hal itu diungkapkan Ketua KPKAPK Sumsel, dr Dian Fuspita Sari saat diwawancarai usai menggelar jalan sehat di Halaman DPRD Sumsel, Ahad (15/2).

Ia mengutarakan, persoalan kanker pada anak-anak adalah masalah yang cukup kompleks. Oleh karena itu, peran orang tua di sini sangat besar sebab lingkungan dan pola keseharian anak tersebut adalah tanggungjawab orangtua itu sendiri. Karena hanya dengan mengandalkan tenaga profesional dan medis saja tidak cukup, jika anak tersebut sudah divonis menderita kanker.

“Timbulnya penyakit kanker pada anak, selain faktor perilaku dan lingkungan, faktor keturunan pun juga mempengaruhi. Pasalnya, orang tua harus pandai mendidik dan membawa anak pada lingkungan sekitarnya, bisa jadi itu disebabkan adanya radiasi, terlalu sering dikasih obat-obatan jika anak mengalami sakit ringan, dan juga hormon-hormon tertentu,” ucapnya.

Menurut dia, angka anak-anak penderita kanker di Sumsel juga tergolong cukup memprihatinkan sehingga dia menyarankan orang tua disini agar lebih mewaspadai penyakit kanker dengan mengenali gejala-gejalanya.

“Jika anak tersebut mudah sakit serta wajahnya pucat dan sel darahnya berkurang, segeralah untuk menghubungi dokter karena bisa jadi itu gejala, hal ini sangat penting bagi orang tua karena penyakit kanker pada anak membutuhkan penanganan dengan keahlian, sarana dan prasarana khusus,” ungkapnya.

Meski demikian,  para orang tua jangan khawatir karena  kanker pada anak dapat disembuhkan bila dideteksi secara dini dan pengobatan serta perawatannya dilaksanakan dengan sarana dan prasarana yang memadai.

“Faktanya, kanker pada anak dapat disembuhkan apabila dideteksi secara dini dan bila pengobatan serta perawatan dilaksanakan sebaik-baiknya, untuk itu  orang tua disini lebih besar perananya yaitu dengan lebih mewaspadai penyakit kanker dengan mengenali gejala-gejalanya,” jelasnya.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Divre III Sumbagsel Handaryo mengatakan secara nasional serapan pembiayaan pengobatan untuk penyakit kanker tergolong besar di BPJS Kesehatan. Karena berada diurutan kedua untuk rawat jalan dan urutan ketiga untuk rawat inap. Khusus di Palembang serapan biaya untuk penyakit kanker mencapai Rp1,5 miliar per bulan.

“Tentunya BPJS Siap menanggung seluruh biaya peserta yang membutuhkan pengobatan  terus menurus yang sesuai indikasi dan prosedur, tapi kita mengingatkan masyarakat untuk berupaya preventif dengan menjaga kesehatannya karena mencegah lebih baik dari pada mengobati,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Sumsel, Ahmad Najib mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh KPKAPK sebagai bentuk sumbangsinya kepada masyarakat agar peduli terhadap anak-anak penderita kanker. Najib menuturkan,dalam mendukung kesehatan masyarakat di Sumsel, Pemprov Sumsel juga telah menyelenggarakan program berobat gratis kepada seluruh masyarakat yang ingin berobat.

 

TEKS         : IMAM MAHFUZ

EDITOR     : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster