Maret, Pembangunan Tol Palembang-Indralaya Dimulai

 850 total views,  2 views today

Suasana Jalan Macet di JALINTIM OI, | Dok KS

Ilustrasi Suasana Jalan Macet di JALINTIM OI, | Dok KS

INDERALAYA – Jalan bebas hambatan (Tol –red), Palembang-Indralaya, sejauh 22 KM dari titik Jakabaring hingga berakhir di Kota Indralaya, dipastikan mulai pembangunannya pada Maret mendatang.

Pemkab OI kini bergerak cepat untuk membantu tim dari Pemprov Sumsel untuk menyelesaikan pembebasan lahan yang saat ini sedang berjalan.

Hal tersebut diungkapkan Bupati OI, H. Mawardi Yahya, kemarin.

“Saya meminta kepada empat camat dan para kadesnya yang menjadi daerah  lintasan Tol Palindra, seperti Camat Pemulutan Induk, Pemulutan Barat, Inderalaya Induk dan Inderalaya Utara  untuk menjadi mediator dalam pembebasan lahan dan jangan menjadi provokator,” tegasnya.

Menurut Bupati, sebenarnya pembebasan lahan itu, akan berjalan lancar tanpa kendala, apabila masyarakat mengerti dan paham “Jalan tol ini kan proyek pemerintah, mau tidak mau harus berjalan, dan anggaran ganti rugi ada,’’ katanya.

Jadi  ada sengketa kepemilikan lahan, lanjut Bupati, pihaknya menyarankan tidak berlanjut ke Pengadilan, tapi cukup melalui musyawarah dan mufakat antara pemilik lahan yang bersengketa.

’’Kalau surat kepemilikannya sama-sama kuat, ya pembagiannya rata, atau surat kepemilikan berbeda, ya gimana pembagiannya, pokoknya musyawarah, dari pada berlanjut ke Pengadilan prosesnya panjang dan berbelit bisa hingga 10 tahun,” ujarnya.

Untuk itu kata Bupati, kepada masyarakat yang bersengketa lahannya, sebaiknya bermusyawarah, tidak berlanjut ke pengadilan, sementara proyek jalan tol harus tetap berjalan.

Sebelumnya, Kamis (11/2) kemarin dilakukan rapat pembahasan untuk menindak lanjuti dan mencari jalan keluarnya. Rapat berlangsung di ruang rapat bupati OI dengan pihak terkait baik itu dari propinsi Sumsel juga dinas yang ada di kabupaten OI.
Pada rapat tersebut terdata dari 614 persil lahan yang terkena proyek , baru 179 persil yang telah dibebaskan sedangkan selebihnya  435 persil belum diganti rugi.

Rapat yang berlangsung hingga siang hari ini dilakukan antara tim dari Pemprov Sumsel yang diketuai Asisten II Pemprop Ruslan Bahri, juga dinas dari propinsi lainnya antara lain Bappeda, PU Bina Marga, Satker PPK , BPN, Tim Pembebasan Lahan dengan  Bupati OI Ir H Mawardi Yahya , Wabub, Sekda, para asisten, Dinas PUBM, dan empat Camat yang merupakan wilayah yang terkena proyek jalan tol, yakni  Camat  Pemulutan Induk,  Pemulutan Barat, Camat Indralaya Induk dan  Camat Indralaya Utara.

Asisten II Pemprov Sumsel Ruslan Bahri pada keesempatan tersebut mengatakan,  saat ini  percepatan pembangunan proyek jalan Tol Palindra terus dilakukan dengan berbagai langkah. Namun Jalan Tol sepanjang 22 Km, baru 7 km   diselesaikan ganti ruginya, sedangkan sepanjang 15 Km belum tuntas.

“Pembebasan lahan milik warga memang banyak yang bermasalah , pemiliknya tumpang tindih, sehingga  masih 15 km atau 400 persil lebih yang belum dilakukan ganti rugi, kami berharap, kepada  Bupati OI dan jajarannya bisa membantu melakukan langkah-langkah agar proses ganti rugi bisa selesai, ’’ujarnya.

 

Teks      : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster