Penduduk Sumsel Bertambah 6 Ribu Jiwa

 359 total views,  2 views today

PALEMBANG – Direktorat Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) melalui Biro Pemerintahan Setda Sumsel, mencatat jumlah penduduk Sumsel hingga Juni 2014 mencapai 8.043.093 jiwa. Namun, lebih dari enam bulan sudah terjadi peningkatan hingga 6.704 jiwa, atau pada pendataan hingga 31 Desember 2014.

Kepala Biro Pemerintahan Setda Sumsel, Edward Chandra mengatakan, penambahan jumlah penduduk disebabkan karena angka kelahiran atau perpindahan dan validasi data dari kecamatan di seluruh Sumsel.

“Peningkatan 6.000 ribu lebih terjadi secara merata di seluruh daerah. Ada karena kepindahan penduduk dan kelahiran. Karena pendataan bayi juga termasuk di angka tersebut,” kata Edward diwawancarai di Kantor Pemprov Sumsel, Jumat (13/2).

Ia menyebutkan, pada tahun lalu jumlah pria yang terdata mencapai 4.131.655 jiwa, sedangkan jumlah perempuan mencapai 3.911.138 jiwa. Sedangkan pendataan hingga akhir tahun lalu jumlah pria menurun menjadi 4.122.441 orang dan perempuan naik hingga 3.927.356 orang.

Pendataan yang dilakukan pihak kecamatan dilaporkan dan diolah tiap bulan ke Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil lewat online. Dari validasi tersebut akan digunakan untuk Pemilukada di sejumlah daerah.

“Kecil kemungkinan bila terjadi data ganda karena sudah diverifikasi secara akurat. Data ini untuk semua keperluan pelayanan publik, alokasi anggaran, penegakkan hukum dan pencegahan kriminal. Bahkan Pemilukada karena didasari UU nomor 24 tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan dan Surat Edaran 470/735/SJ tanggal 13 Februari 2014,” terangnya.

Ia melanjutkan, data yang sudah divalidasi itu akan diolah kembali untuk kepentingan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP. Sebab mulai awal Januari lalu, semua kecamatan di Sumsel mulai mencetak e-KTP di daerah masing-masing.

“Blanko sudah dikirim semua ke daerah, begitu juga dengan tinta. Kecuali PALI dan Muratara karena belum memiliki mesin pencetak. Pengurusan e-KTP di dua kabupaten tersebut masih dilakukan di daerah induk,” ucapnya.

 

TEKS       : IMAM MAHFUZ
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL


TAG



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster