IMM Palembang Tolak Rayakan Hari Valentine

 367 total views,  2 views today

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Palembang (IMM) menggelar aksi di Bundaran Air Mancur Masjid Agung Palembang, Jumat (13/2). | Dok KS

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Palembang (IMM) menggelar aksi di Bundaran Air Mancur Masjid Agung Palembang, Jumat (13/2). | Dok KS

PALEMBANG – Hari Valentine adalah dimana banyak ditunggu para remaja di dunia, tak luput dari belahan bumi Indonesia khususnya kota Palembang. Hari yang sering disebut-sebut sebagai hari kasih sayang ini, banyak sekali ditentang para Ulama. Karena Valentine adalah sebuah hari yang dibagian barat sana terfokus untuk mengungkapan rasa sayang yang menurut Islam sangat berlebihan.

Untuk menentang hari valentine, para anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Palembang (IMM) menggelar aksi di Bundaran Air Mancur Masjid Agung Palembang, Jumat (13/2).

IMM sepakat, moral bukannlah sekedar masalah umat muslim, bukan juga sekedar urusan orang tua karena pemuda yang bermoral amatlah penting bagi negara ini.

Heru, Koordinator Aksi dan juga Pimpinan Cabang IMM Palembang mengatakan, hari valentine itu adalah budaya barat yang sudah mendoktrin anak-anak remaja saat ini agar menjadi orang-orang yang tidak lagi memandang akidah-akidah islam dan juga rusaknya moral.

“Dari sepotong coklat dan bunga itulah yang akhirnya membuat remaja sekarang ini banyak melenceng dari akidah Islam. Dan dari coklat itu juga yang katanya memeberikan kasih sayang ternya bisa melenceng dengan melakukan perbuatan seperti berpacaran, yang di agama Islam berpacaran itu tidak di perbolehkan,” jelasnya disaat Aksi sedang berlangsung.

Tidak hanya remaja IMM yang menentang dengan adanya hari valentine ini, dari remaja Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia juga melakukan aksi di tempat yang sama. Dari mereka yang menyerukan “Say no to valentine because I’m Moslem” ini menjelaskan juga beberapa hukum valentine dalam pandangan Islam.

Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW yang juga mengatakan ‘barang siapa yang mengikuti suatu kaum, maka ia termasuk dalam kaum tersebut’.

Rina, remaja yang saat itu melihat aksi tersebut ikut berkomentar meskipun dirinya tidak terlalu paham dengan hadist-hadist dan pantangan valentine dari pandangan Islam.

“Dulu saya juga pernah merayakan valentine dengan teman-teman, tapi itu dulu waktu jaman SMP, kalau sekarang sudah tidak terlalu, untuk tanggapanya saya hanya sedikit tahu tentang haramnya valentine di dalam Islam jadi menurut saya tergantung dari orangnya masing-masing, tapi kalau lebih ke hukumnya apa saya no komen, takut salah ngomong,” katanya.

Makin banyaknya gaya hidup barat masuk ke Islam, perayaan ini juga menjadi semacam fenomena yang harus sering di laksanakan terutama di kalangan anak remaja. Tidak hanya agama lain yang merayakan bahkan banyak dari remaja muslim juga yang menyambut hangat valentine ini.

 

TEKS       : YUNI DANIATI

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster