Terkait Limbah Debu, DPRD OI Panggil Petinggi PT SPF

137 total views, 3 views today

INDRALAYA – Tiga petinggi PT Sumatera Prima Fibreboard (SPF), dipanggil Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Ogan Ilir (OI), Kamis (12/2).

Ketiganya yakni, Ahya Rusdi, Manager HRD, Prata Manager hubungan industri, dan staff Bambang.

Pemanggilan tersebut terkait banyaknya aduan dari masyarakat prihal limbah debu yang kerap mengganggu masyarakat sekitar. Selain masalah limbah, dewan juga ingin mengetahui perizinan perusahaan tersebut.

Ketua DPRD OI, Ahmad Yani mengatakan, saat ini merupakan  panggilan kedua bagi pimpinan PT SPF untuk mengetahui sejauh mana perizinan, Corporate Social Responsibility (CSR), kepada masyarakat sekitar serta penyelesaian masalah limbah.

“Ini pemanggilan kedua. Intinya kita ingin mengetahui berkas-berkas terkait dengan perizinan, CSR dan pajak daerrah. Untuk izin semua tidak ada masalah,” ungkapnya.

Ahmad Yani menambahkan, terkait masalah limbah yang kerap dikeluhkan warga sekitar, hasil limbah tersebut ternyata bukan dihasilkan dari proses produksi melainkan dari limbah yang terbawa angin.

“Setelah kita minta keterangan, limbah itu bukan langsung dari produksi. Ada limbah yang disimpan lalu terbawa angin sehingga mengasilkan debu dan bau menyengat. Kalau soal CSR sudah dilaksanakan serta pajak daerah,” paparnya.

Untuk limbah, lanjut Ahmad Yani, pihak PT SPF melakukan kerja sama dengan peternak sapi dimana limbah tersebut bisa dimanfaatkan utntuk resapan korotan.

“Dengan adanya kerja sama, bisa mengurangi debu karena limbah terseb ut bisa digunakan untuk peternakan,” jelasnya.

Sementara itu, Manager Human Resource Development (HRD), Ahya Rusdi, Manager Hubungan Industri, Prata usai pemanggilan mengatakan, limbah berupa debu yang dikeluhkan masyarakat tidak berbagaya dan masih diambang batas normal.

“Semua dalam batas ambang biasa dan kadarnya masih normal. Semua komposisi tidak berbahaya,” ujarnya.

Lanjut Ahya, untuk diketahui, limbah tersebut bukan dihasilkan dari hasil produksi melainkan tertiup angin sehingga debu-debu berterbangan.

“Ya, limbah berterbangan. Kita sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi masalah limbah. Kalau ada info dari warga, kita juga langsung turun ke lapangan. Untuk CSR dan perizinan tidak ada masalah,” singkatnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga di Perumahan Taman Gading, Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir mengeluhkan banyaknya limbah debu yang berterbangan dari PT SPF.

Warga menduga, debu-debu tersebut sangat berbahaya hingga menyebabkan terganggunya kesehatan. Warga pun mengadukan masalah tersebut ke DPRD OI.

Teks     : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com