Pencairan Dana Desa Terancam Molor

 65 total views,  3 views today

EMPAT LAWANG – Meskipun alokasi dana desa (ADD) sudah disahkan dalam peraturan daerah (Perda) anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Empat Lawang 2015, pencairannya dipastikan molor.

Pasalnya, alokasi dana desa diperuntukkan pembangunan infrastruktur dan kegiatan desa, wajib tertuang didalam APB desa.

Sejauh ini Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Empat Lawang sendiri, masih pesimis apakah Sumber Daya Manusia (SDM) perangkat desa mampu merancang APBD.

“Iya perdanya sudah ada untuk ADD, tapi kan harus ada APBD dulu. Kita yakin desa belum mampu menyusun anggaran,” jelas Kepala BPMPD Empat Lawang H Aminudin Bahar melalui Kabid Pemerintah Desa (Pemdes), Guntur Martandy, kemarin.

Selain itu kata Guntur, pihaknya masih mempersiapkan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades), diupayakn Juni sudah rampung seluruh desa secara serentak.

Sebab, dalam penyusunan APB Desa seyogyanya dilakukan oleh kades dan perangkat definitif, saat ini kan sebagian besar masih Pjs.

BPMPD sendiri imbuhnya, akan mengajukan peraturan bupati (Perbub) terkait Perda desa, agar bisa menjadi acuan mulai pelaksanaan sampai pertanggungjawaban.

“Kita upayakan 2015 ini tetap dilaksanakan, bagi desa yang sudah siap. Kita juga tunggu hasil Pilkades ada 105 desa yang melaksanakan,” kata Guntur menambahkan, kalau tidak di APBD Induk kan bisa di APBD Perubahan atau tahun 2016 mendatang, intinya tetap dijalankan asal sudah benar-benar siap dan matang.

Ketua DPRD Empat Lawang H David Hadrianto menyayangkan, jika penundaan dana desa ditunda hingga 2016. Sebab, pembahasan dan penganggaran melalui APBD Empat Lawang, sudah ketok palu dan disetujui DPRD Empat Lawang bahkan sudah disahkan Gubernur Sumsel dan tidak mungkin direvisi kembali.

Yang jelas, kata David, peran BPMPD dan para camat agar mengawasi penggunaan anggaran dan pelaporan pertanggungjawabannya.

“Intinya kan pengawasan, asalkan berjalan sesuai ketentuan kenapa tidak. Toh tujuannya membangun Empat Lawang,” jelas David menambahkan, kedepan para kades harus benar-benar profesional dan mampu menjalankan tugas.

Sebelumnya, Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) menegaskan, ke depan kepala desa harus profesional. Jangan hanya mengejar jabatan saja, namun benar-benar siap dalam pengelolaan anggaran desa.

“Saya ingin kades profesional dan bisa bekerja, bukan cuma cari jabatan saja. Sebab, pengelolaan anggaran kedepan lebih rinci dan besar,” jelas HBA.

Orang nomor satu di Empat Lawang ini pun mengimbau, agar masyarakat bisa memilih kades yang tepat dan mampu bekerja.

“Yang memilih nanti masyarakat, carilah kades yang bisa bekerja,” tukasnya.

 

TEKS         : SAUKANI

EDITOR     : FJ ADJONG

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com