Pedagang Pasar Pagi Inpres Lubuklinggau Ditertibkan

 975 total views,  2 views today

Anggota Satpol PP Lubuklinggau melakukan penertiban dan penataan pedagang pasar pagi yang menahun meluber ke trotoar dan badan jalan. | Foto : Sri Pradez

Anggota Satpol PP Lubuklinggau melakukan penertiban dan penataan pedagang pasar pagi yang menahun meluber ke trotoar dan badan jalan. | Foto : Sri Pradez

LUBUKLINGGAU – Untuk kedua kalinya,Kamis (12/2) pukul 06.00 WIB pedagang pasar pagi di Pasar Inpres Lubuklinggau, kembali ditertirbkan tim terpadu terdiri dari Dinas Koperasi Usaha Mikro Menengah dan Kecil Pengelolaan Pasar (DKUMKM dan PP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Lubuklinggau.

Penertiban pedagang sayur-sayuran,daging,dan rempah dan alat dapur lainya ini dilakukan karena sudah menahun berjualan di badan jalan, sehingga menyebabkan jalan lintas dari arah Lubuklinggau Bengkulu dan sebaliknya lumpuh,karena setengah badan jalan dipakai pedagang.

Meski disadari bahwa pasar tersebut merupakan tempat mencari nafkah bagi masyarakat, namun mau tidak mau tim terpadu harus memberikan ketegasan,karena ulah mereka yang setiap pagi berjualan di badan jalan menganggu lalulintas.

Kepala DKUMKM Lubuklinggau, Kahlan Bahar saat diwawancarai Kabar Sumatera, di sela-sela penertiban pedagang, Kamis (12/2) mengatakan, Pemerintah Kota Lubuklinggau bukan tidak memperbolehkan pedagang berjualan,namun hanya menertibkan,menata kota agar tidak semrawut dan memperlancar lalulintas.

Selama ini, kendaraan roda empat seperti BUS Antar Lintas Sumatera sering tidak bisa melintasi jalan didepan pasar Inpres, karena padatnya pedagang yang berjualan di badan jalan.

“Kami kerja sama seluruh tim, untuk penataan pasar itu bagian kami, penataan dan penertiban parkir Dishubkominfo dan penegakan peraturan bagian Satpool PP. Sehingga diharapkan jalan disini bisa ramai lancar,karena selama ini mereka berjualan sampai ke jalan, kini kita melakukan penertiban dan penataan pasar,” kata mantan Asisten I Setda Lubuklinggau itu.

Menurut dia, aktivitas pedagang di pagi hari tersebut,tidak masuk kategori pasar karena lokasinya sudah keluar dari pasar sebenarnya. Namun karena banyaknya masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari berjualan di sana, pemerintah memberikan toleransi boleh berjualan, syaratnya tidak sampai ke jalan.

Ia berharap ke depan harus diatur petugas, bisa sadar dengan sendirinya menggerai lapak jualanya didepan rumah toko (ruko, red) dan tidak berjualan lewat trotoar apalagi di badan jalan.

Dengan ketentuan, sampai dengan pukul 07.00 WIB harus berhenti dan membersihkan bekas jualan,karena dari pukul 07.00 sampai dengan sore hari giliran pedagang Ruko yang berjualan.

Petugas tim terpadu tidak akan rutin memantau pedagang pasar pagi tersebut,karena masih banyak konsen lain yang harus dilaksanakan. Namun jika tanpa adanya petugas kemudian pedagang tidak tertib,maka tim terpadu akan turun kembali.

“Tapi ini bertahap, kita mengharapkan pengertian seluruh kompenen masyarakat bukan hanya pedagang,harus ada kesadaran semua elemen, kalau pedagangnya dipindahkan kesatu tempat pembeli juga harus ke sana,karena nanti mereka akan kita pindahkan ke Pasar Bukit Sulap,” tambahnya

Pemidahan pedagang saat ini, lanjut dia, belum dilakukan, karena pihaknya masih menunggu penyerahan bangunan pasar yang berada di bagian belakang Pasar Bukit Sulap (PBS) di Kelurahan Ulak Surung dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Setelah administrasi kios tersebut selesai,barulah DKUMKM dan PP merelokasi pedagang sesuai dengan nomor undian kios.

“Kios yang ada sudah ada pengundian siapa yang bisa memakainya, kios tersebut gratis, nanti kami tinggal mengecek nomor pengundian tersebut,” pungkasnya.

 

TEKS        : SRI PRADES

EDITOR    : FJ ADJONG

 

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster