Kepatuhan Perokok Selalu Turun

 250 total views,  4 views today

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

PALEMBANG – Meskipun Kota Palembang sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan merokok di 7 titik. Tapi, tingkat kepatuhan perokok setiap tahunnya mengalami penurunan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, Anton Suwindro mengatakan, berdasarkan Perda Nomor 7 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), ada 7 titik yang dilarang merokok yakni, mall, rumah makan atau restoran, tempat pendidikan, tempat bermain, tempat ibadah, angkutan umum dan kawasan sarana kesehatan.

“Kepatuhan perokok terhadap Perda Nomor 7 Tahun 2009 selalu mengalami penurunan setiap tahunnya,”ungkapnya, saat di hubungi, Kamis (12/2).

Anton menyebutkan, dari 7 titik KTR tersebut, kawasan yang paling sering dilanggar adalah angkutan umum dan rumah makan, menurutnya hal tersebut terjadi, karena kurangnya kesadaran dari para perokok tersebut.

“Tingkat kepatuhan perokok masih kurang, karena tidak ada pengawasan dan kurangnya kesadaran,”ujarnya.

Anton mengaku, kesadaran perokok untuk membatasi ruang ketika merokok di tempat umum masih sangat kurang. Berdasarkan hasil riset pihak asing kawasan yang paling dipatuhi oleh para perokok kawasan mall dan rumah sakit.

“Nah, dengan adanya Perda ini, kita hanya memberikan kesadaran kepada para perokok agar tidak merokok di tempat umum. Karena cenderung mengganggu kesehatan bagi yang tidak merokok atau perokok pasif,”katanya.

Anton berharap, perokok aktif dapat membedakan, mana kawasan yang diperbolehkan merokok mana yang tidak. Sehingga bahaya rokok tidak membahayakan mayarakat yang tidak merokok.

“Kasian perokok pasif. Karena efek asap rokok sangat berbahaya,”katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Penyelidikan dan Penyidikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Palembang, Dedi Harapan mengatakan, berdasarkan Perda tersebut pihaknya telah bekerja sama dengan Dinkes Palembang untuk melakukan penertiban dan penindakan terhadap pengusaha, pengelola yang melanggar Perda itu.

“Kami akan melakukan pengawasan ketat, seperti arena bermain anak, tempat belajar dan mengajar, tempat ibadah dan tempat yang tertutup dari udara bebas,”tegasnya.

Sambungnya, sejak di berlakukannya Perda KTR pada tahun 2010 lalu, sudah cukup banyak perokok yang mematuhi aturan tersebut. Tapi, tidak seluruh perokok mematuhinya.

“Tempat usaha, di larang menyediakan asbak. Jika ditemukan maka akan dilakukan penindakan dengan aturan yang ada,” tutupnya.

 

TEKS       : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster