Badan Wakaf Sumsel Bangun Fasilitas Umat

 182 total views,  2 views today

  • Himpun Potensi Zakat se-Sumsel

PALEMBANG – Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumsel secara resmi dilantik oleh Wakil Kepala BWI Pusat, Nadratuzzaman Hosen di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Kamis (12/2).

Dalam sambutannya, Nadratuzzaman mengatakan bahwa kehadiran BWI Sumsel diharapkan dapat memberikan manfaat terhadap masyarakat. Sehingga potensi aset wakaf yang tersebar dapat dikembangkan secara produktif dan mampu mensejahterakan umat. Ia juga mengharapkan, BWI Sumsel dapat pula menjadi lembaga percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Wakaf ini jika dikembangkan dengan baik, maka akan meningkatkan potensi ekonomi umat secara adil dan merata. Di Indonesia, kekayaan alam, intelektual, dan kemajuan SDM cukup memadai bila mampu dimanfaatkan secara optimal dan produktif melalui wakaf,” katanya.

Menurut Nadratuzzaman, di Indonesia potensi wakaf secara keseluruhan bisa mencapai Rp207 triliun sementara yang baru tergarap oleh BWI baru sebanyak Rp3,5 triliun. Pihaknya akan bekerja secara maksimal lagi dengan menghimpun potensi-potensi wakaf yang ada di Indonesia.

Karena itu, dengan terbentuknya BWI Sumsel ini bisa menambah perkembangan yang diinginkan dengan menjalankan tugas secara amanah, jujur dalam memajukan perwakafan Sumsel dan nasional.

“Untuk kedepan, BWI Sumsel tak harus fokus lagi mengembangkan fasilitas peribadatan atau pendidikan. Tetapi juga andil dalam pengembanagan ekonomi mikro, melalui mini market dan lembaga pendidikan yang berbasis wakaf,” ucapnya.

Sementara, Sekda Sumsel, Mukti Sulaiman mengungkapkan, pemerintah menyambut baik dengan terbentuknya BWI Sumsel ini. Badan ini ia yakini mampu menjadi tempat pemersatu umat dalam menunaikan wakaf demi mendorong ekonomi kerakyatan secara adil dan merata.

“Ini wadah yang tepat bagi masyarakat yang ingin berwakaf, karena yang diketahui selama ini orang yang berwakaf belum terakomodir dan terprogram sehingga wajar saja potensi wakaf belum maksimal. Nah, melalui badan wakaf ini bisa memberikan kontribusi positif bagi yang ingin berwakaf. Pasalnya, saya diberitahu kalau dana dan aset umat bisa dihimpun sebesar-besarnya kemudian dimanfaatkan sebaik-baiknya,” sebut Mukti.

Mukti mengakui, selama ini masyarakat selalu mengeluhkan permasalahan kemiskinan menjadi tugas pokok utama pemerintahan. Namun, perlu digaris bawahi pemerintah juga perlu dukungan dari masyarakatnya juga. Contohnya badan wakaf inilah merupakan mitra pemerintah untuk mempercepat pembangunan masyarakat.

“Seperti persoalan kemiskinan, pendidikan serta kesehatan harusnya menjadi tanggungjawab kita bersama dalam menjaganya agar tetap baik. Mudah-mudahan hadirnya badan wakaf di Sumsel ini bisa mendukung program kesejahteraan pemerintah Sumsel,” sampainya.

Di samping itu, Ketua BWI Sumsel terlantik, Prof. Duski Ibrahim berjanji akan berusaha menjadi wadah strategis terutama untuk mengelola potensi wakaf yang ada di seluruh Sumsel.

Ia berkata, sebagai langkah awal pihaknya segera menjalankan tugasnya dengan menginventarisasi semua aset wakaf masyarakat yang menyebar di Kabupaten/Kota se-Sumsel.

“Kita akan cepat bergerak, yaitu langsung menghimpun aset-aset yang sebelumnya sudah kita petakan. Saat ini, untuk wakaf tanah mencapai 6000 persil jika itu sudah terurus dari kemarin-kemarin. Untuk itu, kami akan bergerak cepat menjalankan tugas yang kami harap bisa berjalan lancar,” katanya.

Menurutnya, wakaf lahan ini dipertimbangkan akan kembali dioptimalkan untuk membangun berbagai fasilitas, seperti pendidikan, rumah ibadah, rumah sakit dan layanan kesehatan serta pusat bisnis ekonomi syariah.

 

TEKS       : IMAM MAHFUZ

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster