Tergenang Banjir, Komplek Perumahan Mewah di Tebung Tinggi Diduga Tak Sesuai IMB

 758 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG – Banjir di perumahan Griya Emass Kelurahan Kupang Tebing Tinggi kian menjadi sorotan. Muncul dugaan, perumahan cukup elite di dataran rendah tersebut tidak sesuai izin mendirikan bangunan (IMB).

Wakil bupati Empat Lawang H Syahril Hanafiah tak menampik, dugaan kelalaian pihak pengembang perumahan tersebut. Dipastikan Pemkab Empat Lawang telah membentuk tim, guna meneliti lebih lanjut izin dan kelayakan lingkungan atau amdal perumahan Griya Emass.

“Tim sudah kita bentuk diketuai asisten II, nanti mereka yang akan melakukan pengkajian ulang kondisi di lapangan,” kata Syahril, kemarin (11/2).

Tim kata Syahril, akan meneliti IMB dan amdal serta kelayanan perumahan. Sebab ada kecendrungan masalah, kenapa setiap tahun terus terjadi bencana kebanjiran.

Dengan kejadian ini kata Wabup, akan lebih teliti dalam memberikan izin IMB dan kelayakan, sehingga tidak ada lagi prumahan memakan korban baik harta benda maupun jiwa.

“Kita berikan waktu dulu tim bekerja,”jelasnya.

‪Mengenai bantuan, Syahril memastikan akan diberikan bantuan kepada korban bencana banjir, namun tidak banyak karena stok bantuan menipis.

“Wajar saja kalau korban banjir marah dan mau boikot tidak sanggup lagi membayar perumahan, ya karena kerugian korban bencana sudah besar sama harganya dengan rumah,” aku Syahril.

‪Untuk diketahui, pasca banjir, Wakil bupati Empat Lawang H Syahril Hanafiah bakal memanggil pengelolah Developer Graha Emass di Sekip Kelurahan Kupang Kecamatan Tebing Tinggi.

‪Berada dilokasi rawan banjir kata Syahril, sangat tidak layak dibangun perumahan. Ia memastikan, segera memanggil pihak pengembang (Developer) dan instansi terkait pemberian izin pembangunan perumahan Griya Emass.

“Bangun perumahan kok dilokasi rawan banjir, ini harus di evaluasi izin dan amdalnya,” tegas Syahril disela peninjauan korban banjir di perumahan Griya Emass, Sekip Kelurahan Kupang.

Ia memastikan, akan meminta kejelasan terkait izin dan analisis dampak lingkungan (Amdal) perumahan tergolong elite tersebut.

“Kita panggil dulu biar jelas, hasilnya kita koordinasikan ke bupati apa langkah selanjutnya,”tukasnya.

 

TEKS        : SAUKANI

EDITOR    : FJ ADJONG

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster