Tahanan Kabur Di Depan Petugas, Kok Bisa ?

 257 total views,  2 views today

Tampak halaman depan Rutan Tebing Tinggi, lokasi kaburnya tahanan kejaksaan. | Dok KS

Tampak halaman depan Rutan Tebing Tinggi, lokasi kaburnya tahanan kejaksaan. | Dok KS

 

EMPAT LAWANG – Surtanto bin cen (32), salah seorang tahanan yang akan menjalani sidang di pengadilan Empat Lawang, kabur dari kawalan petugas di halaman rutan Rabu (11/2). Surtanto dengan tenang memutuskan borgol di depan petugas dan langsung kabur ketika dua petugas dari kejaksaan menjemputnya untuk dibawa ke pengadilan.

Peristiwa kaburnya Surtanto akibat kecerobohan petugas penjemput tahanan kejaksaan negeri (Kajari) Tebing Tinggi. Tahanan kasus penganiayaan ini akan menjalani sidang, sekitar pukul 10.05 WIB.

Surtanto, terdakwa kasus penganiayaan dan dugaan terlibat kasus perampokan mobil di Medan, setelah memutus borgol dan lari dihadapan dua petugas kejaksaan di halaman Rutan Tebing Tinggi.

Meskipun diupayakan pengejaran, tahanan yang rencananya akan menerima vonis di persidangan tersebut, hilang di hutan kawasan Talang Jawa, Kelurahan Jayaloka Kecamatan Tebing Tinggi.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, Rabu (11/2), sekitar pukul 09.00, dua petugas kejaksaan datang ke rutan menjemput 12 tahanan yang akan disidangkan.

Dengan modal membawa senjata api jenis air softgun, petugas penjemput tahanan tadi pede saja melakukan serah terima membawa tahanan tanpa pengawalan pihak kepolisian.

Setelah serah terima, sekitar pukul 10.00 WIB, satu per satu tahanan dikeluarkan dari gerbang utama dan dimasukkan ke mobil tahanan dalam posisi diborgol.

Mungkin karena tak ada pengawalan aparat kepolisian, salah satu tahanan langsung memutus borgol dan lari kesetanan ke arah belakang rutan.

Karena panik, dua petugas kejaksaan tadi berupaya mengejar, meninggalkan beberapa tahanan yang sudah ada di dalam mobil. Melihat keributan ada tahanan kabur, petugas rutan pun berupaya membantu pengejaran dan mengamankan para tahanan yang masih di dalam mobil.

“Kita juga tanda tanya, kok jemput 12 tahanan cuma dua orang penjagaan. Tanpa polisi lagi,” cetus salah satu petugas rutan Tebing Tinggi menambahkan, saat ditanyai jawaban salah satu petugas kejaksaan.

Idak apo pak, kami bawa pistol,” tirunya seraya menyebut hanya “softgun” kok berani tanpa pengawalan polisi.

Kepala Rutan Tebing Tinggi, Abdul Hakim Amer ketika dikonfirmasi mengakui adanya dua tahanan kejaksaan kabur. Namun kata dia, posisi kejadian sudah di luar gerbang utama dan sudah ada serah terima “bon” sidang dan berita acara pengeluaran narapidana.

Abdul mengakui, beberapa petugas rutan pun turut membantu pengejaran. Namun tidak bisa ekstra karena khawatir meninggalkan rutan, nanti lebih banyak lagi yang kabur.

“Petugas kita ikut ngejar, tapi kan kita juga harus jaga. Nanti lebih banyak yang kabur gimana,” jelasnya.

Ia tak menampik ini kelalaian, karena penjemputan tahanan semestinya ada pengawalan dari kepolisian. Selain itu, borgol digunakan mungkin kondisinya sudah tidak bagus lagi. Apalagi menjemput 12 tahanan, kan cukup banyak dan sulit dikendalikan kalau cuma dua orang saja menjemput.

Mungkin, tambah Abdul, karena selama ini tidak ada kejadian seperti ini dan aman. Para petugas kajari pede saja, padahal resikonya besar.

“Tadi Kajari sudah ke rutan, kita koordinasi saja dan upaya pencarian minta bantuan kepolisian,” imbuhnya.

Sementara itu Kajari Tebing Tinggi, Azwad Z Hakim mengakui, kaburnya satu tahanan tersebut adalah kelalaian petugasnya. Seyogyanya ada pengawalan dari kepolisian, tapi kemungkinan ada miskomunikasi, jadi tidak ketemu di rutan. Ia menyayangkan anak buahnya ceroboh, terkait masalah ini akan dilaporkan ke pimpinan.

“Nanti kita lapor ke pimpinan, mau gimana lagi ini sudah terjadi. Yang jelas tim sudah diturunkan untuk pengejaran,” kata Azwad mengakui, petugasnya memang membawa senjata, tapi entah kenapa tidak menembak saat ada tahanan kabur.

Kaburnya satu tahanan tersebut, Azwad memastikan ditunda semua, pihaknya masih konsentrasi mengupayakan pencarian tahanan kabur. Ia pun berharap masyarakat bisa membantu memberi informasi, jika menemukan tahanan yang kabur tersebut.

Secara terpisah Kapolres Empat Lawang AKBP M Ridwan melalui Kasat Reskrim AKP Nanang Supriatna mengatakan, pihaknya sudah menurunkan satu pleton anggota kepolisian untuk pengejaran. Namun karena masuk ke wilayah hutan Talang Jawa Kelurahan Jayaloka, ada kesulitan pencarian jejaknya.

“Kita upayakan tertangkap lagi, tim buser sudah turun pencarian. Kita cuma membackup dan harus bisa ditemukan lagi,” tegasnya.

Nanang menyayangkan, ada kelalaian dalam penjemputan tahanan. Namun katanya, seperti biasanya petugas kejaksaan menjemput tim Samapta sebelum mengangkut tahanan. Nah kok hari ini tidak.

“Kita tak usah cari kesalahan siapa, yang jelas berupaya menangkap kembali tahanan yang kabur itu,” tukasnya.

Hingga berita ini diturunkan, tahanan kabur itu belum juga ditemukan. Polisi, warga dan tim kejaksaan sudah menyisir disejumlah lokasi diduga tempat persembunyian tahanan tersebut.

 

TEKS       : SAUKANI

EDITOR    : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster