Sekolah Pariwisata Sumsel Bersaing dengan NTB dan Manado

 290 total views,  4 views today

Gunung Dempo Pagaralam | Bagus Park

Ilustrasi Gunung Dempo Pagaralam | Bagus Park

Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terpilih menjadi salah satu tempat yang akan membangun sekolah pariwisata bersaing dengan duo daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Manado. Kini, pihak Pemrov Sumsel baru usai mengikuti rapat rencana pendirian sekolah pariwisata dipemerintah pusat. Pun Sumsel juga telah menyediakan lahan sebagai persiapan awal sebelum nantinya benar ditunjuk menjadi lokasi sekolah pariwisata tersebut.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga berkata, ada tiga provinsi yang akan ditunjuk sebagai pelaksana pendirian sekolah tersebut yakni Sumsel, Nusa Tenggara Barat dan Manado.

“Kemarin Asisten III Pemrov Sumsel telah memaparkan tentang kesiapan Sumsel sendiri. Baik dari segi lahan, animo masyarakatnya. Ketika banyaknya event yang dilaksanakan di Sumsel sumber daya manusianya untuk melakukan itu sudah siap,” ujarnya.

Lanjutnya, banyak pelaku pelaku pariwisata seperti hotel dan lain sebagainya itu mudah mudahan dengan adanya pendirian sekolah pariwisata itu bisa anak anak lokal yang lebih banyak direkrut diperusahaan perusahaan pariwisata. Ketika ditanya tanggal berapa akan diputuskan Provinsi mana yang berhak untuk melakukan pembangunan, Irene belum mengaku belum mengetahuinya sama sekali.

“Belum, tahun ini mereka akan mengkaji dulu. Tetapi kita sudah menyiapkan lahan. Kita mengambil persiapan alternatif tersebut terlebih dahulu, lahan disedikan bangunan APDN lama dulu atau bekas gedung BLG gitu saya lupa. Yang bisa digunakan untuk awal, sebagai cikal bakal sebelum dibangunnya sekolah pariwisata itu. Tetapi itu nanti akan dirapatkan kembali, dan tim mereka akan survei kembali ke Sumsel,” kata mantan Kabiro Humas dan Protokol Pemrov Sumsel ini.

“Mudah mudahan atas kajian tersebut kita dapat mendapatkan bantuan untuk membangun sekolah pariwisata tersebut,” tambahnya.

Namun, saat ditanya mengenai anggaran sendiri, Irene juga sama sekali belum menyebutkan nominal. Anggaran belum, pusat akan melihat banyak faktor yang dipikirkan terlebih dahulu. Seperti ketersediakan lahan.

“Kita tadi juga ketika rapat di sekolah tinggi pariwisata Bandung, disana anak anak sekolahnya sudah banyak mengelola hotel. Jadikan pasti yang akan dibangun itu banyak, dan tempat mereka berimplikasi langsung yakni mengelola hotel sendiri, walaupun hanya beberapa kamar. Sehingga faktor beberapa kelas dan sebagainya tergantung kepada pemrov yang menyediakannya,” ungkap Irene.

Masih kata Irene, dana yang diusulkan Sumsel juga belum ada, karena menurut Irene saat ini mereka baru tahap menyampaikan kesiapan dan keinginan Sumsel karena pentingnya insan insan atau sumber daya manusia pariwisata di Sumsel ini sendiri.

“Kita tahu seperti pariwisata sejarah itu banyak sekali, namun mungkin memang insan pariwisatanya yang memang perlu kita tambah.Pemaparan hanya satu hari disertai rapat. Kita juga mengusulkan pembentukan tim yang terdairi dari pemerintah pusat dan daerah sehingga bisa mempercepat. Yang nantinya terbagi, ada tim akademisnya dan tim infrastruktur. Jadi kita juga akan rapatkan ini dengan kementrian pariwisata,” beber dia.

 

TEKS         : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR     : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster