Realisasi Pajak Sumsel Belum Capai Target

 191 total views,  2 views today

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

PALEMBANG – Realisasi penerimaan pajak daerah Sumsel yang ditangani oleh Dinas Pendatapan Daerah (Dispenda) Sumsel kembali tak mencapai target 100 persen. Untuk tahun 2014 lalu, pencapaian pendapatan sebesar Rp6,23 Triliun atau 96,28 persen dari target Rp6,4 Triliun.

Kepala Dispenda Sumsel, Muslim mengakui, dengan belum tercapainya target tersebut pihaknya segera melakukan evaluasi total yang menekankan seluruh UPTD di Kabupaten/Kota lebih maksimal.

Muslim menyebutkan, meskipun target penerimaan pajak Sumsel untuk tahun 2014 belum sempurna. Akan tetapi, masih tergolong memuaskan karena ada beberapa item yang melebihi batas target.

“Masih beberapa persen lagi sebetulnya kita mencapai target. Oleh sebab itu, kita segera evaluasi total dengan mengajak semua daerah ke sini guna mengemukakan apa-apa saja yang harus dibenahi,” ujar Muslim usai Rapat
Koordinasi Antar UPTD Dispenda se-Sumsel yang berlangsung di Aula Dispenda, Rabu (11/2).

Secara rinci dia menjelaskan, bahwa target penerimaan Pajak Asli Daerah (PAD) yang dibebankan Dispenda Sumsel pada tahun 2014 mencapai Rp2.579.058.071.303.00, yang dihimpun dari sembilan sumber penerimaan. Sementara realisasi PAD di Sumsel tahun ini hanya mencapai Rp2,407.918.390.923.86.

Menurut Muslim, dari sekian sumber penerimaan pajak tersebut, ada beberapa Sumber penerimaan pajak yang sangat perlu dievaluasi, baik perencanaannya ataupun penetapan target. Sumber pajak yang perlu ditingkatkan karena meraih persentase rendah penerimaan pajak Sumsel tahun ini, seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai 92 persen, Bea Balik Nama Kendaraan Baru (BBN-KB) baru mencapai 78,91 persen, dan pajak rokok 88,8 persen.

Selain itu pula, terdapat beberapa Item pajak daerah yang over target, salah satunya pajak Bea Balik Nama Kendaraan Baru (BBN-KB), Alat Berat yang naik 500 persen lebih dari terget yang ditetapkan.

“Makanya evaluasi menyeluruh diperlukan. Kita akan lebih ketat untuk penetapan target karena harus disesuaikan dan mengacu ekonomi global, kita tidak akan bisa dongkrak pendapatan kalau potensi wajib pajaknya masih rendah”,bebernya.

Sementara untuk target pendapatan tahun 2015 ini, Dispenda Sumsel menargetkan penerimaan sebesar Rp6,9 triliun. Dalam mengejar target kedepan, Dispenda Sumsel telah menyiapkan berbagai langkah diantaranya, memperbarui sistem IT yang lebih berintegrasi guna mendukung sistem pelayanan pajak online.

“Perbaikan prosedur kita lakukan agar wajib pajak khususnya PKB lebih praktis dan efisien, Dispenda Sumsel bekerja sama dengan Bank Sumsel Babel yang rencana awal triwulan ke III akan segera launching,” pungkasnya.
TEKS         : IMAM MAHFUZ
EDITOR     : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster