Polda Sumsel Limpahkan Berkas Kadin PU OKU Selatan

 272 total views,  6 views today

PALEMBANG – Setelah dinyatakan lengkap oleh penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), berkas tipikor Maulana, yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas (Kandin) Perkerjan Umum (PU) Ogan Kombring Ulu Selatan (OKUS), dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Rabu (11/2).

Direktur Ditreskerimsus Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Eddy Purwatmo, melalui Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sumsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Imran Amir, membenarkan pihaknya telah melimpahkan berkas pemeriksaan untuk Sudirman.

Ia berharap, pelimpahan berkas ini bisa dinyatakan lengkap oleh pihak kejaksaan supaya mempersingkat waktu penyidikan.

“Benar kita sudah melakukan pelimpahan tahap satu untuk yang kedua kalinya ke Kejati Sumsel agar tersangka bisa menjalani proses hukum selanjutnya. Jika nantinya dinyatakan lengkap, tersangka dan barang bukti akan kita limpahkan,” kata Imran.

Ditambahkan Imran, jika berkas pemeriksaan Sudirman sudah lengkap, penyidik selanjutnya akan melengkapi berkas dua tersangka lainya, yakni berinisial W dan I.

Bahkan, penyidik sudah memiliki ancang-ancang akan melimpahkan berkas pemeriksaan untuk I dalam waktu dekat ini.

Masih kata Imran, proses pelengkapan berkas pemeriksaan terhadap tersangka Sudirman diyakininya sudah berdasarkan petunjuk dari jaksa di Kejati Sumsel.

Petunjuk itu diberikan saat pihak jaksa mengembalikan berkas pemeriksaa yang pernah dilimpahkan penyidik beberapa waktu yang lalu.

Dengan adanya pengembalian berkas itu menandakan berkas pemeriksaan yang dilimpahkan penyidik belumlah lengkap.

Dibeberkanya, dalam proses melengkapi berkas, penyidik telah memeriksa Sudirman lebih dari satu kali.

Tak hanya itu, sejumlah PNS di Pemkab OKU Selatan sudah dipanggil untuk dijadikan saksi.

Seperti diberitakan sebelumnya, tipikor proyek pembangunan Jalan Jagaraga menggunakan APBD tahun 2011 senilai Rp36 miliar. Dari ulah oknum yang tidak bertanggung jawab negara mengalami kerugian mencapai Rp9 miliar lebih berdasarkan penghitungan BPK Sumsel.

Sementara dalam kasus ini sudah tiga orang yang menjalani sidang vonis yakni Maulana, Burhaenedi (PPTK), dan Khairul Amri (PPK).

Sementara masih ada tiga tersangka yang berkasnya masih dilengkapi penyidik tipikor yakni Sudirman, I dan W.

 

TEKS        : OSCAR RYZAL

EDITOR    : FJ ADJONG

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster