Pengelolaan Limbah RS Dibawah Standar

 233 total views,  4 views today

Ilustrasi Limbah Medis | Ist

Ilustrasi Limbah Medis | Ist

PALEMBANG – Masalah limbah rumah tangga, rumah sakit (RS), hotel, restoran, perusahaan dan lainnya, nampaknya menjadi masalah yang serius di Kota Palembang. Oleh itu, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Palembang membuka ruang khusus pengaduan bagi masyarakat yang memiliki keluhan terkait masalah lingkungan.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Limbah BLH Palembang Heni Kurniawati mengatakan, bagi warga Metropolis yang memiliki keluhan terkait lingkungan bisa menghubungi atau mengirim pesan ke nomor 081369125000.

“Jangan ragu untuk melapor ke kami. Dengan begitu kami bisa menindaklanjuti laporan warga tersebut. Tapi, sumbernya harus jelas dan tidak bersifat fitnah,” ungkapnya, saat dibincangi, di kantor Sekretariat Daerah (Sedta) Palembang, Rabu (11/2).

Heni mengaku, pihaknya sangat membutuhkan peran serta masyarakat terkait maslaah lingkungan di Palembang ini. Karena, Sumber Daya Manusia (SDM) di BLH Palembang terbatas.

“Kami yakin masih banyak, usaha seperti restoran, RS, klinik, hotel, perusahaan dan lainnya, pengelolaan limbahnya belum terlaksana dengan baik. Bahkan, ada tidak melaksanakan sama sekali,”katanya.

Heni menyebutkan, pengelolaan limbah sudah ada aturannya dan semua pihak harus mematuhinya. Termasuk RS.

“Untuk RS sebenarnya sudah ada pengelolaan limbahnya. Tapi masih dibawah standar,”sebutnya.

Heni menjelaskan, limbah RS dilarang keras untuk di tanam di dalam tanah. Karena, limbah rumah sakit sangat berbahaya. Jadi, harus dimusnakan.

“Jika rumah sakit kedepaatan melakukan hal itu, maka ada sanksi tegas,” katanya.

Heni berharap, RS bisa bekerjasama dengan pihak ketiga, dalam melakukan pengelolaan limbahnya. Jangan sampai masyarakat menjadi korban, akibat kelalaian pihak RS.

“Alat kesehatan seperti jarum suntik dan lainnya, sangat berbahaya. Oleh itu, setiap RS harus ada insenerator atau alat memusnakan limbah,”imbuhnya.

Kepala BLH Palembang Tabrani mengatakan, warga yang mendapati lingkungannya tercemar, misalnya dari industri atau pihak manapun diharapkan bisa melaporkan ke BLH. Sehingga dapat ditindaklanjuti secara lebih baik dan transparan.

“Apapun pengaduan masyarakat, akan kami tindaklanjuti. Yang penting berkaitan dengan lingkungan,”tutupnya.

 

TEKS      : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster