Pasukan Kuning “Serbu” Kantor DPK3 Empat Lawang

 368 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG – Puluhan petugas kebersihan yang bertugas di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi “menyerbu” Kantor Dinas Pasar Kebersihan dan Keindahan Kota (DPK3) Empat Lawang, Rabu (11/2) sekitar pukul 09.00 WIB.

Petugas kebersihan atau yang akrab disebut pasukan kuning itu, ternyata memang diminta kumpul ke Kantor DPK3 untuk didata dan menyingkronkan jumlah petugas kebersihan yang ada.

Kepala DPK3 Empat Lawang, Lukman Panggar Besi mengatakan, pasukan kuning tersebut memang sengaja di suruh ke kantor untuk di data.

Pasalnya, selama ini banyak pasukan kuning yang bekerja tidak memenuhi persyaratan. Hingga saat ini pasukan kuning sudah mencapai 221 orang termasuk sopir dan kenek mobil sampah.

Oleh sebab itu, sesuai dengan surat keputusan bupati No 650/37/DPK3/2013 tentang pemberhentian pegawai kontrak tahun 2013 dan persyaratan pengangkatan pegawai kontrak, DPK3 menjaring kembali pasukan kuning, jika tidak sesuai dengan persyaratan tidak diperbolehkan lagi bekerja alias diberhentikan.

“Persyaratan menjadi pasukan kuning sesuai SK bupati minimal tamatan SMP sederajat dan berusia maksimal 45 tahun. Jika tidak memenuhi persyaratan tersebut petugas kebersihan tersebut diberhentikan. Sekarang ini masih banyak pasukan kuning yang sudah tua masih inggin bekerja, alasannya masih kuat. Tapi sesuai aturan tidak kami perbolehkan lagi,” jelas Lukman.

Lukman menambahkan, pasukan kuning dikumpulkan kemarin adalah pasukan kuning di wilayah Desa Lampar, Kecamatan Tebing Tinggi.

Sedangkan yang sudah diberhentikan hingga kemarin sekitar 20 orang karena tidak memenuhi persyaratan yakni hanya tamatan SD dan usia sudah lebih dari 45 tahun. Petugas yang diberhentikan tidak diberikan pesangon apapun dan hanya diberi ucapan terima kasih.

Selain itu banyak pasukan kuning yang malas, sebab ketika DPK3 mengecek di lapangan banyak yang tidak bekerja padahal gaji mereka perbulannya Rp750 ribu.

“Pasukan kuning ini ada jadwal dan wilayahnya masing-masing dan digaji sebesar Rp750 ribu sedangkan untuk pengakut sampah Rp450 ribu berbulan. Oleh sebab itu pasukan kuning ini di saring kembali sehingga gaji yang diberikan sesuai dengan kinerja mereka,”tukasnya.

 

TEKS       : SAUKANI

EDITOR   : FJ ADJONG

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster