Kurang Pengawasan, Proyek DAK SMKN 2 Pagaralam Molor

 578 total views,  2 views today

PAGARALAM – Akibat kurang pengawasan dari dinas terkait, pengerjaan proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2014 senilai Rp700 juta di SMK Negeri 2 Kota Pagaralam, hingga kini ada beberapa item pengerjaannya masih dilakukan alias molor. Sementara proses kemajuan administrasinya sudah selesai dibayarkan.

Anggaran senilai Rp700 juta tersebut meliputi beberapa item, diantaranya pembangunan 3 ruang kegiatan belajar (RKB) dan satu ruang laboratorium. Kemudian meubeler terdiri dari 110 set meja belajar, lemari, papan tulis dan meja guru.

Terkait hal itu, Kepala SMK Negeri 2, Wahyudi SPd mengakui adanya kesalahan dalam pengerjaannya dan seyogyanya sudah selesai Desember 2014 lalu. “Ya, pengerjaan meubeler belajar memang terlambat dan masih dilakukan penyelesaian. Namun sudah kita deadline agar pekerjaan dimaksud selesai hingga 15 Februari nanti,” katanya Rabu (11/2).

Sementara menurut keterangan sejumlah tukang, pekerjaan tersebut seharusnya sudah selesai sejak Desember 2014 lalu. Namun ada satu item yakni muebeler belum diselesaikan hingga saat ini. “Kalau kita hanya bekerja di sini sistem borongan. Kita diminta mengerjakan 3 ruang belajar dan 1 ruang laboratorium dengan bahan dan peralatan kita yang belanja sendiri dari biaya borongan tersebut yang harus selesai bulan 12 lalu,” kata salah seorang tukang yang mewanti-wanti jika namanya ditulis.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pagaralam, Supawi Cekman, melalui Kabid Persekolahan Parliansyah mengatakan, pihaknya sudah croscek ke lapangan. “Kita sudah cek ke lokasi sekolah, memang ada keterlambatan pengerjaan yang dilakukan secara swakelola sekolah,” singkatnya.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat Kota Pagaralam, Sarjihartana menegaskan, jika memang benar demikian persoalannya, sangat jelas yang dilakukan pihak sekolah menyalahi aturan dan telah melakukan penyimpangan.

Namun ada pegecualian jika keterlambatan tersebut diberikan adendum dari pihak terkait yaitu Dinas Pendidikan dengan sekolah. “Keterlambatan tersebut merupakan penyimpangan administrasi dan penyimpangan pidana,” jelasnya seraya berkata dengan molornya pengerjaan proyek DAK SMKN 2 Pagaralam ini, pihaknya akan segera turun ke lapangan guna memastikan proses pengerjaannya.

 

TEKS         : ANTONI STEFEN

EDITOR     : FJ ADJONG

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster