Guru Sertifikasi Terus Bertambah, Nasib Guru Honor Terancam

 332 total views,  2 views today

Ilustrasi Honorer | Ist

Ilustrasi Honorer | Ist

KAYUAGUNG – Nasib para guru honorer di Kabupaten OKI terancam, akibat keberadaan mereka akan terkikis oleh jumlah guru sertifikasi yang setiap tahun terus bertambah. Bahkan kesejahteraan guru honorer untuk menghidupi keluarganya jauh dari kecukupan, lantaran jam mengejar mereka dikurangi oleh sertifikasi yang harus penuh mengajar seminggu 24 jam.

Junai (40), salah satu guru honorer di salah satu SDN di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengaku, selama mengabdikan diri menjadi pengajar di sekolah dasar selama bertahun-tahun. Kesejahteraannya jauh dari kata layak.

Bagaimana tidak selama sebulan mengajar honor yang dia dapatkan hanya sebesar Rp100 ribu per bulan. Hal ini disebabkan karena jatah jam mengajarnya dipangkas oleh guru sertifikasi.

“Kalau seperti ini bagaimana nasib kami sebagai guru honor.”keluh Junaidi.

Menurut dia, sebelum dikurangi jam mengajarnya. Pendapatan dia dari mengajar sebagai tenaga honorer, lumayan bisa mencapai Rp500 ribuan.

“Jumlah ini akan ditambah lagi karena istri saya juga mengajar di salah satu SD,” ungkapnya.

Namun kondisi ini kata dia, sangat miris karena, dengan alasan penambahan guru sertifikasi. Nasib para guru honor seperti Junaidi terabaikan.

“Kalau bisa ditambahlah jam mengajar kami. Karena pendapatan kami kan dari banyaknya jam mengajar,” tuturnya, Selasa (10/2).

Yusdiana, salah seorang Kepala Sekola Dasar (SD) Negeri 5 di Pedamaran membenarkan dengan banyaknya jumlah guru sertifikasi, membuat nasib para honorer jadi terancam pengurangan jam mengajar.

“Di sekolah kami ada 30 guru PNS yang semuanya sudah sertifikasi. Nah karena sudah sertifikasi mereka harus memenuhi kewajiban mengajar full 24 jam seminggu. Artinya, jatah jam guru honor diambil guru sertifikasi untuk memenuhi kewajiban mengajat,” jelasnya.

Dia mengaku prihatin akan kondisi ini.

“Setidaknya di sekolah kami ada 7 orang honorer yang masih dipakai. Karena kami masih kasihan. Dan semuanya mendapat pengurangan jam mengajar,” akunya.

Diketahui banyaknya jumlah guru sertifikasi di OKI sendiri berdasarkan dari Dinas Pendidikan OKI, setidaknya 3000-an lebih. Kondisi ini akan terus bertambah setiap tahunnya. Artinya, keberadaan guru honor lama kelamaan akan terkikis karena jatah jam mengajar mereka diambil guru sertifikasi untuk memenuhi kewajiban mengajar sebanyak 24 jam per minggu.

“Setiap tahun jumlah guru sertifikasi akan kita tambah.”tandas Yuliadi Kasi Pengembangan Karir Guru Disdik OKI.

 

TEKS        : DONI AFRIANSYAH

EDITOR    : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster