Dokter Tidak ada, Pasien RSUD Kayuagung Kecewa

 514 total views,  2 views today

RSU Kayuagung | Ist

RSU Kayuagung | Ist

KAYUAGUNG – Pelayanan rawat jalan di poliklinik bedah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung, dikeluhkan para pasien. Pasalnya, hingga pukul 11.30 WIB dokter spesialis bedah belum tampak batang hidungnya. Akibatnya, pasien banyak mengantri di kursi tunggu.

Sementara yang melayani pasien hanya perawat. Pasien hanya diberi penjelasan tanpa menghiraukan apa penyakit yang diderita.

Herannya perawat di ruang poliklinik bedah tadi, tidak mengenali dokter koas pengganti dokter spesialis bedah yang biasa bertugas melayani pasien rawat jalan.

Di meja dokter hanya terbentang papan nama bertuliskan dr Asmi, sedangkan dokter yang bersangkutan tidak ada.

Tidak datangnya dokter spesialis bedah yang biasa bertugas di RSUD Kayuagung tadi, membuat pasien yang datang menjadi membludak tanpa adanya penanganan dari pihak rumah sakit.

“Dokter spesialis bedahnyo idak datang pak. Pecaknyo digantikan oleh wong lain. Dak tau dokter atau apo yang menggantikannya, karno pasien semakin menumpuk,” ujar Ujang, salah satu pasien.

Pantauan wartawan, dengan adanya kondisi pasien yang menumpuk pihak rumah sakit menggantikan dokter spesialis bedah yang bertugas hari ini dengan petugas lain. Nampaknya, pasien yang datang tidak puas dengan penanganan yang dilakukan oleh pengganti dari dr Azmi dan dr Ayatullah.

Tidak hanya dua orang dokter spesialis yang tak tampak di pelayanan tadi, dokter kandungan lainnya juga tidak ada. Padahal, para dokter tersebut sudah dibayar jauh lebih mahal dari Pemerintah Daerah (Pemda) Ogan Komering Ilir (OKI) mengenai insentif dan dana lainnya.

Pasien dari PT Wilmar, Tania Selatan, Rusmayati mengaku kecewa dengan pelayanan rumah sakit karena asal periksa saja dan tak menjelaskan harus bagaimana perawatannya.

“Saya bingung dengan pelayanan rumah sakit. Saya hanya diperiksa darah dan diambil darah begitu saja,” kata Rusmayati seraya mengaku dirinya hanya diberi obat dan diminta 3 hari lagi datang ke rumah sakit.

Penyakit yang dideritanya itu ada benjolan di bagian payudara.

“Saya ini berobat, tapi dokter maupun perawat tak menjelaskan setelah ini kemana lagi,” ujarnya seraya mengaku bingung berobat ini.

Hal senada dikatakan pasien lainnya, Sulaeha yang sakit di bagian payudara yang ada benjolan.

“Bukan dokter yang menjelaskan penyakit saya,” ujarnya seraya berucap apakah dirinya mau dioperasi atau bagaimana.

“Pelayanan hanya sebentar dan tidak jelas harus bagaimana,” tutur Sulaeha yang merasa tak puas dengan pelayanan pihak rumah sakit.

Tokoh Pemuda OKI, H Arif mengatakan, seyogyanya seorang dokter mengedepankan pelayanan terhadap pasien dan jangan menyengsarakan pasien dengan banyak salah diagnosa terhadap pasien.

Karena, kerjanya terkesan terpaksa dan berujung salah pemeriksaan.

Selama ini dokter yang kerap datang terlambat membuat gerah pasien sehingga pemeriksaan asal-asalan saja.

“Dengan waktu singkat membuat dokter yang memeriksa asal saja sehingga kerap kali salah diagnosa,” tutur Arif yang mengaku pernah tawar menawar mengenai perawatan ketika dirinya menjadi pasien rumah sakit umum daerah Kayuagung ini.

Untuk itu, Arif meminta DPRD OKI, Komisi IV harus turun, sidak ke rumah sakit agar mengetahui keluhan pasien selama ini.

“Biar DPRD OKI tahu bagaimana kinerja rumah sakit ini,” ujarnya.

 

TEKS          : DONI AFRIANSYAH

EDITOR      : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster