Aneh, Dana PSKS bisa Diambil Orang Lain

 256 total views,  2 views today

KAYUAGUNG – Pencairan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu, kini menyisakan keluhan dari sebagian warga miskin di Bumi Bende Seguguk selaku penerima dana bantuan dari pemerintah pusat tersebut.

Pasalnya, ada beberapa warga miskin yang memegang Kartu PSKS, malah tidak menerima sepeserpun uang yang disalurkan melalui kantor pos di wilayah masing-masing, salah satunya di Kantor Pos Cabang Kayuagung.

Seperti yang dikatakan Demsi (39), warga Dusun 3 Desa Anyar, Kecamatan Kayuagung dan Gunadi (44), warga Lebak Pancur RT 09 Lingkungan IV, Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung.

Saat keduanya mendatangi Kantor Pos Kayuagung, dengan membawa kartu berwarna kuning emas, keduanya terkejut mendapat jawaban dari pihak kantor pos yang mengatakan, dana PSKS atas nama yang bersangkutan telah diambil pada November 2014 lalu.

“Menurut keterangan pihak Kantor Pos Kayuagung, uang PSKS atas nama Demsi telah diambil pada 30 November 2014 dan atas nama Gunadi, diambil 23 November 2014, namun pihak pos tidak memberitahu siapa yang mengambil dana PSKS tersebut,” ujar Gunadi didampingi anggota keluarganya, Umar.

Pihaknya menganggap pihak Kantor Pos Kayuagung selaku pihak yang dipercaya untuk menyalurkan dana bantuan pusat tersebut lalai, karena menyerahkan uang kepada yang bukan seharusnya menerima.

“Jadi saya anggap kantor pos lalai, karena ada orang yang bisa mencairkan dana tersebut tanpa membawa kartu. Jelas yang mengambilnya bukan anggota keluarga kami atau ini hanya akal-akalan pihak kantor pos saja,” keluhnya.

Gunadi berharap pihak yang berwenang ataupun pemerintah dapat mencarikan solusi terkait dana PSKS yang berpindah tangan tersebut.

“Kalau ini hanya akal-akalan pihak kantor pos, jelas sangat menyalahi aturan dan melanggar hukum. Kami harap pihak terkait bisa menyelesaikan masalah ini, soalnya kami bingung mau mengadu kemana,” terangnya.

Dugaan warga yang menyebut permasalahan itu timbul lantaran akal-akalan dari pihak Kantor Pos Kayuagung, semakin kuat lantaran saat hendak mengkonfirmasi, pihak kantor pos terkesan lepas tanggungjawab dan enggan memberikan komentar.

“Kepala Kantor Pos-nya Pak Hafip, cuma yang bersangkutan sedang ke pasar, nanti saja datang lagi kalau mau konfirmasi,” ujar salah seorang pegawai kantor pos tersebut.

Anehnya, selang beberapa lama pegawai yang enggan menyebut nama tersebut menyarankan untuk ke bagian loket, karena Kepala Kantor Pos ada di loket tersebut. Namun sayangnya, Kepala Kantor Pos Kayuagung, Hafip yang telah mengetahui maksud kedatangan wartawan memilih masuk ke dalam sebuah ruangan.

Menanggapi permasalahan tersebut, anggota DPRD OKI, Juni Alpansuri SSi mengaku pihaknya akan mempertanyakan data penerima PSKS yang ada di Dinas Sosial.

“Komisi II selaku mitra kerja akan meminta keterangan dari Dinas Sosial selaku dinas yang menaungi dan mendata masyarakat miskin di OKI. Kami menginginkan penerima dana bantuan ini benar-benar mereka yang berhak menerimanya,” ungkap Sekretaris Komisi II DPRD OKI ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial OKI, M Amin sebelumnya mengatakan, pihaknya telah mendapat surat imbauan dari Kementerian Sosial RI untuk melakukan validasi data masyarakat miskin di OKI.

“Bagi mereka yang belum terdata, diharapkan segera menghubungi Kepala Desa masing-masing. Yang jelas data yang kita himpun kali ini benar-benar valid karena melibatkan pihak desa dan kecamatan,” tandasnya.

 

TEKS       : DONI AFRIANSYAH

EDITOR    : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster