Pengeroyok Anggota Yonkav Karang Endah Disidang

 333 total views,  2 views today

MUARAENIM – Iin (20) dan Rizal Effendi (50), warga Karang Endah, Kecamatan Gelumbang, Muaraenim dituntut kurungan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena telah melakukan pembunuhan terhadap Sertu Chandra Satri Tobing dan pengeroyokan kepada Praka Heri Mujiono, keduanya dari kesatuan Yon Kavelari (Yonkav) 5 Serbu Karang Endah, Muaraenim.

Kedua anggota TNI tersebut, dibacok kedua pelaku yang merupakan pencuri getah karet di kawasan PTPN 7 unit usaha Beringin Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muaraenim, pada 23 Juli 2015 lalu.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Muaraenim, kemarin (10/2), pimpinan sidang Budi Chandra Permana, dengan anggota Syafri Tarigan dan Rio Nazar.

“Kedua pelaku dinyatakan bersalah dengan hukuman pemberatan, dikarenakan telah melakukan pengeroyokan hingga menyebabkan kematian korban,” tutur Mirsa Rizal didampingi JPU lain, Robertino Freidrich.

Mirza mengungkapkan, Iin (20), dinyatakan bersalah karena telah melakukan pembunuhan dengan menciderai korban sampai luka berat.

“Lin dituntut pidana kurungan penjara selama 15 tahun. Sedangkan pelaku Rizal Effendi (50), dituntut kurungan penjara lantaran telah melakukan peran yang sama dengan pelaku lainnya dengan kurungan penjara selama 8 tahun,” terangnya.

Sementara itu, Pimpinan Sidang, Budi Chandra Permana SH, menyatakan bahwa putusan sidang akan dilakukan pada Rabu mendatang (18/2), sekitar pukul 09.00 WIB, setelah mendengar tuntutan dari JPU. “Hari ini telah mendengar tuntutan JPU dan jawaban para pelaku,” ucapnya.

Budi terangkan, bahwa kedua pelaku telah terbukti bersalah dengan melakukan pengeroyokan dan pembunuhan kepada kedua korban.

“Untuk tersangka Iin, dikenakan pasal pidana pasal 338 dan 170 ayat 2 pembunuhan biasa, sedangkan Rizal Effendi dikenakan pasal 170 ayat 2 pasal 363 dengan pencurian sekaligus pemberatan,” jelasnya.

Berdasarkan pantau dilapangan, suasana sidang berjalan dengan lancar. Pengawalan ketat terhadap kedua pelaku dilakukan oleh pihak kepolisian bersama anggota TNI, untuk menghindari tindakan yang tidak diinginkan.

Kedua pelaku pun, dalam keterangan menjawab pertanyaan pimpinan sidang tidak menyanggah tuntutan JPU, alias menerima amar tuntuan jaksa.

 

TEKS        : SISWANTO

EDITOR    : FJ ADJONG

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster