“Insinyur Bukan Mencari Kerja, Tapi memperkerjakan orang”

 453 total views,  2 views today

Ilustrasi Insinyur | Ist

Ilustrasi Insinyur | Ist

PALEMBANG – Dra. Hj Eli Sitti Zailia, M.Ag, akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang mengatakan, menghadapi insinyur yang banyak mengalihkan pekerjaannya di luar bidangnya, Eli mengharapkan kepada setiap perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta agar menambahkan pembelajaran berupa interpreneur. Tujuannya agar setelah mendapatkan gelar sarjana, mereka tidak harus mencari pekerjaan, melainkan membuka pekerjaan. “Kalau bisa mereka itu jangan bekerja sama orang, tapi mempekerjakan orang,” harapnya.

Hal itu dikatakan Eli, terkait dengan ungkapan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia, Bobby Gafur Umar belum lama ini yang mengatakan, ada 50 persen dari 700 ribu insinyur di Indonesia bekerja tak sesuai bidang akademik. Hal ini terjadi sebagai akibat dari lapangan pekerjaan yang masih terbatas di dalam negeri.

Bagi Eli, menghadapi hal itu, kurikulum di perguruan tinggi perlunya diterapkan pembelajaran interpreneur (kewirausahaan) bagi kalangan mamahssiwa. Sehingga ketika nanti mahasiswa itu selesai dari kampus, mereka tidak akan merasa bingung, karena mereka telah mengetahui apa yang harus mereka kerjakan.

Sementara itu, Prof Dr Abdullah Idi, Pengamat Pendidikan di Palembang mengatakan, persoalan yang terjadi, sebagai akibat dari lowongan kerja untuk para insiyur sangat sempit. Belum lagi, sebagian gaji mereka kecil. Akibatnya mengharuskan para insinyur itu bekerja diluar dari bidangnya.

Menurut Abdullah Idi, meski masih banyak faktor yang menjadikan sejumlah insiyur harus bekerja di luar bidangnya, namun dari sekian banyak alasan, sempitnya peluang kerja dan gaji kecil bagi para insiyur menjadi penyebab utama. “Banyak faktor yang menyebabkan, tapi yang alasan paling utama adalah minimnya lapangan kerja, dan gaji yang kurang, sehingga mereka ada yang bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya,” ujarnya Kepada Kabar Sumatera, belum lama ini.

Abdullah Idi menambahkan, oleh sebab itu pendidikan formal merupakan salah satu modal untuk masa depan. Sebab ada saja bidang pekerjaan yang tidak selalu menuntut pendidikan formal yang sama. “Kan banyak juga yang jadi politisi, tetapi latar belakangnya bukan dari politik. Nah, begitu juga insinyur. Selama ia menyenangi pekerjaannya, maka sah-sah saja,” ungkapnya.

 

TEKS : ANDI HARYADI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster