Empat Koruptor Samsat Segera Dilimpahkan

 338 total views,  2 views today

PALEMBANG – Setelah dinyatakan lengkap, dalam waktu dekat Penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), akan melimpahkan empat berkas dari empat tersangka terkait Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samsat Banyuasin dan Lahat.

Pelimpahan tersebut dilakukan setelah penyidik Tipikor Polda Sumsel menerima hasil audit yang dilakukan pihak Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

Empat tersangka tersebut, yakni Brigpol F yang bertugas di Samsat Banyuasin, H selaku pegawai Dispenda Banyuasin, dan A. pegawai Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin. Sementara satu tersangka dari Samsat Lahat yakni Aipda D pegawai di Samsat Lahat.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Eddy Purwatmo, melalui Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sumsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Imran Amir, mengatakan, pihaknya akan melimpahkan dua berkas dugaan tipikor yakni Tipikor Samsat Banyuasin dan Lahat.

“Kita sudah tentukan empat tersangka dari dua kasus yang terjadi di Samsat Banyuasin dan Lahat, dari empat tersangka tersebut dua diantaranya anggota Polri, satu pegawai Bank dan pegawai Dispenda Banyuasin, saat ini berkas sudah kita siapkan dan segera dilimpahkan,” kata Imran, kemarin.

Dikatakan Imran, untuk tiga tersangka Tipikor Samsat Banyuasin yakni Brigpol F yang bertugas di Samsat Banyuasin, H selaku pegawai Dispenda Banyuasin, dan A pegawai BSB Cabang Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, sementara untuk Samsat Lahat yakni Aipda D.

“Berkas empat tersangka tersebut akan kita limpahkan ke Kejati mengingat hasil audit sudah dikeluarkan oleh BPK Palembang. Dari hasil tersebut terjadi kerugian negara sebesar Rp1,2 Miliar untuk Samsat Banyuasin dan Rp1,4 Miliar untuk Samsat Lahat,” kata Imran.

Dibeberkan  Imran, modus yang digunakan tersangka adalah menyelewengkan dana setoran pajak kendaraan bermotor di Samsat Banyuasin tahun 2012 yakni dengan cara menguranggi dana setoran pajak, sehingga dana yang disetorkan lebih sedikit dari dana yang didapat dari setoran wajib pajak, sementara sisa dana yang disetorkan masuk ke rekening pribadi tersangka.

Sementara itu, lanjut Imram, untuk modus yang digunakan untuk tersangka D dalam kasus Samsat Lahat, dirinya membuat laporan berbeda dengan apa yang terjadi di lapangan. Dengan laporan yang dipalsukan tersebut tersangka merauk keuntunggan untuk memperkaya disinya sendiri.

Sementara itu saat disinggung adakah tersangka baru dalam dua kasus tipikor Samsat Banyuasin dan Lahat, Imran mengatakan jika pihaknya masih akan menunggu fakta di persidangan nanti.

“Untuk tersangka baru nanti kita lihat dari fakta persedangan dari empat tersangka yang sudah kita tetapkan, jika nantinya menunjukan ada tersangka lain makan akan kita proses sesuai prosedur,” pungkas Imran.

Untuk diketahui, kasus dugaan penggelapan pajak Samsat Banyuasin dan Lahat tersebut terungkap setelah salah satu wajib pajak tidak bisa membayar pajak motornya dikarenakan nomor plat kendaraannya serta nomor pajak tak terdaftar, dari adanya penemuan tersebut wajip pajak melaporkan ke pihak kepolisian.

Menerima laporan tersebut, kasus dilimpahkan ke Polda Sumsel hingga ditindak lanjuti oleh Tipikor Polda Sumsel, dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap saksi-saksi terkait, saat ini penyidik tipikor berhasil menetapkan empat tersangka, sementara tim audit BPK berhasil mengetahui kerugian negara dalam dua kasus tersebut sebesar Rp 2,6 miliar.

 

Teks       : Oscar Ryzal

Editor     : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster