Bantuan Belum Turun, Korban Banjir Empat lawang Terancam Kelaparan

6 total views, 3 views today

EMPAT LAWANG – Hingga hari keempat pasca bencana banjir merendam puluhan rumah dan ratusan warga di Desa Baturaja Lama, Baturaja Baru dan Kota Gading Kecamatan Tebing Tinggi, korban banjir Minggu lalu, terancam kelaparan akibat bantuan tanggap darurat dari Pemkab Empat Lawang belum juga turun.

Begitu juga dengan korban banjir merendam 23 rumah warga di perumahan Griya Emass, hari kedua pasca banjir terjadi Minggu (8/2), belum mendapatkan bantuan tanggap darurat bencana. Padahal, kebutuhan makanan dan air bersih sangat mendesak. Apalagi banjir dengan ketinggian lebih satu meter, telah merendam semua barang korban termasuk dapur.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera di lapangan, Selasa (10/2), tidak sedikit korban banjir nyaris kelaparan dan mereka hanya mengandalkan bantuan makanan dari keluarganya yang mengantarkan setiap hari.

Akibat banjir, stok makanan terendam dan rusak, sangat mendesak adanya bantuan tanggap darurat dari pemerintah dan donatur.

Jangankan hendak mencari nafkah, mencukupi kebutuhan sehari-hari, mereka tidak bisa. Para korban masih disibukkan perbaikan dan pembersihan rumah dan prabotan rusak dan kotor oleh lumpur.

Lebih parah lagi, hujan masih mengguyur tanpa henti dikhawatirkan mengancam terjadi banjir susulan. Namun hingga beberapa hari pasca banjir, bantuan belum kunjung datang meskipun sudah ada kunjungan langsung dari tim pemkab Empat Lawang.

“Belum ado bantuan. Padahal, kami butuh nian sembako atau makanan cepat saji. Maklumlah habis galo terendem banjir. Ini bae ngandalke kiriman dari keluargo untuk makan sehari-hari,” ungkap Pit (36), korban banjir di Kelurahan Kupang.

Senada dikeluhkan IM (40) korban banjir di Desa Baturaja, sudah beberapa hari sejak Jumat (6/2) sampai sekarang belum ada bantuan tanggap darurat.

Padahal korban membutuhkan makanan sehat dan air bersih, karena akibat banjir beberapa hari tidak bisa beraktifitas mencari nafkah.

“Motor aku terendam, dak biso ngojek lagi. Kalau ada bantuan tolong sampaikan ke pemerintah, kami bisa kelaparan sudah malu minta makan dengan keluarga terus,” keluhnya.

Ia mengaku, memang ada disiapkan posko dan dapur umum. Tapi bukan untuk korban, melainkan untuk para petugas penanggulangan bencana.

Informasi lain menyebutkan, lambannya pemberian bantuan tanggap darurat bencana karena masih dilakukan pendataan. Ada kecendrungan Pemkab Empat Lawang menunggu laporan data korban dahulu baru menyiapkan bantuan.

Padahal, kebutuhan makanan dan obat-obatan sangat mendesak demi kesehatan para korban.

Camat Tebing Tinggi Rahmad Riyandi saat dikonfirmasi tak menampik, bantuan tanggap darurat bencana untuk Desa Baturaja Lama, Baturaja Baru dan Kota Gading belum disalurkan.

Begitu juga dengan di perumahan Griya Emass. Menurut Rahmad, pihaknya menunggu laporan data korban untuk disampaikan ke Pemkab Empat Lawang melalui Dinas Sosial (Dinsos).

“Kalau Desa Terusan sudah, Baturaja dan Perumnas ya ini masih tunggu laporan. Insyaallah secepatnya ada bantuan,” katanya.

Kenapa harus menunggu data? Masalahnya, agar pembagian bantuan tidak ricuh dan benar-benar disalurkan ke korbannya.

“Saya sudah hubungi kadesnya, nanti langsung datanya disampaikan ke Dinsos untuk tanggap darurat,” elaknya.

Secara terpisah, Ketua DPRD Empat Lawang H David Hadrianto memastikan segera menghubungi pihak eksekutif, agar segera mengupayakan bantuan tanggap darurat.

“Sifatnya mendesak, harusnya cepat,” kata David.

Ditambahkan, kalau bantuan terkait kerusakan kebun, ternak atau papan sandang itu benar menunggu data, sebab sifatnya kan harus teliti dan sesuai kebutuhan.

“Intinya bantuan harus diupayakan secepatnya,” tukasnya.

 

TEKS        : SAUKANI

EDITOR     : FJ ADJONG

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com