Waspada Penularan HIV/AIDS

 355 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Angka penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sumsel belum terdapat penambahan. Saat ini masih tercatat 335 orang yang terkena DBD di Kabupaten/Kota di Sumsel. Hal itu dikatakan oleh Kepala Seksi Penyakit Menular di Dinas Kesehatan (Dinkes)Sumsel, Mulyono disela-sela rakor Dinkes Kabupaten/Kota di kantor Dinkes Sumsel, Senin (9/2).

“Kendati demikian, kita terus mewaspadai serta mengantisipasi terjadinya penularan DBD di masyarakat. Yaitu, mengimbau Dinkes Kabupaten/Kota untuk mensosialisasikan PHBS terhadap masyarakat serta melakukan penyemprotan (fogging) dilingkungan rumah warga,” ujarnya.

Kabid Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Sumsel, Matdani Nurcik mengungkapkan bahwa selain mewaspadai DBD, penularan HIV/AIDS juga masih ditakutkan. Dirinya menuturkan, jumlah penyakit ini pun kian bertambah. Dari hasil data sepanjang 2014 lalu terdapat 80 kasus HIV/AIDS.

“Sebagian besar terdapat di Kota Palembang dengan angka 56 kasus. Sedangkan di daerah lain, seperti di Banyuasin 7 kasus, OKI 4 kasus, Pagaralam 3 kasus, Muara Enim, Prabumulih, Lahat 3 kasus. Kemudian di Lahat, OKU, OKUT, dan Linggau 1 kasus,” urainya.

Dominasi kasus yang terdata tersebut, Matdani mengungkapkan, 41 diantaranya diderita oleh perempuan. Mulai dari ibu rumah tangga, PSK, dan warga biasa lainnya.

Menurutnya, semua pihak di Sumsel sudah seharusnya waspada. Bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan Sumsel, melainkan juga semua instansi pemerintahan juga elemen masyarakat di Sumsel.

Ia menjelaskan, ditinjau dari sisi usia terbanyak yang terkena HIV/AIDS yakni 20-29 tahun. Disusul penderita usia 30-39 tahun dan 40-49 tahun.

“Sebagian besar mereka yang kena penyakit ini masih dalam usia produktif,” bebernya.

Gejala utama penderita HIV/AIDS yakni, demam panjang lebih dari tiga bulan, diare kronis lebih dari sebulan terus-menerus dan berulang, serta berat badan turun lebih dari 10 kg dalam tiga bulan.

“Untuk itu, jika masyarakat merasakan hal tersebut. Jangan takut untuk memberanikan diri memeriksakannya di Puskesmas atau ke rumah sakit langsung. Sejak tertular virus HIV, seseorang bisa terdeteksi positif atau tidak AIDS dalam 1-2 tahun kemudian,” pungkasnya.

 

TEKS        ; IMAM MAHFUZ

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster