Liga Mahasiswa NasDem “Timba Jurnalistik” di Kabar Sumatera

 418 total views,  2 views today

feature--Ketua Komite Wilayah LMN Aulia Aziz Al Haqiqi,memberikan kenang-kenangan sebagai cindera mata kepada Pimred Kabar Sumatera, Imron Supriadi. | Foto ; Bagus Kurniawan

Ketua Komite Wilayah LMN Aulia Aziz Al Haqiqi,memberikan kenang-kenangan sebagai cindera mata kepada Pimred Kabar Sumatera, Imron Supriadi. | Foto ; Bagus Kurniawan

Mahasiswa sebagai agen perubahan, mau tidak mau harus ikut andil dalam pengembangan kancah kreatifitas ilmiah. Posisi mahasiswa sebagai aktor intelektual sangat strategis bila kemudian “memanfaatkan” media sebagai salah satu jalan untuk ikut serta mengawal pergulatan politik menuju perubahan yang lebih baik. Cita-cita inilah yang kemudian mendorong Liga Mahasiswa NasDem (LMN) Sumatera Selatan (Sumsel) mendatangi Harian Umum Kabar Sumatera untuk “menimba ilmu” jurnalistik, Senin (9/2)

——————————-jurnalistik

Ruang meeting Harian Umum Kabar Sumatera (KS), siang itu pukul 14.30 WIB dihadiri sejumlah mahasiswa di Palembang. Mereka tergabung dalam Liga Mahasiswa NasDem (LMN) Sumsel. Sedikitnya ada 7 orang mahasiswa, yang mewakili dari LMN Sumsel, yaitu ; Aulia Aziz Al Haqiqi (Ketua Komite Wilayah LMN), Vary Febrianto (Sekretaris Umum LMN), Frediansyah (Wakil Ketua Kerja Lapangan LMN), M Arief Setiawan (Wakil Ketua Perjuangan Politik Kampus LMN), Azropi Sukron Ma’mun (Perwakilan LMN UMP), Firmansyah (Perwakilan LMN UIN RF) dan Ujunk Hardiansa (Anggota LMN).

Sementara dari Kabar Sumatera dihadiri, Imron Supriyadi (Pemimpin Redaksi), Jery Erandi (Plt.Sekretaris Redaksi), FJ H Adjong (Redaktur Eksekutif), Rinaldi Syahril (Redaktur/Manajer Produksi) dan Najamuddin (Manajer Sirkulasi).

Aziz, panggilan akrab Aulia Aziz Al Haqiqi dalam pembuka kata, menjelaskan posisi LMN adalah “sayap” Partai NasDem. Sebagai lembaga yang konsen terhadap pemberdayaan mahasiswa, LMN bertanggung jawab terhadap kaderisasi mahasiswa untuk ikut serta dalam menjalankan gerakan perubahan, sebagaimana slogan Partai NasDem : Gerakan Perubahan.

“Melalui LMN ini kami juga melakukan kaderisasi bagi mahasiswa, sehingga pada praktiknya nanti mahasiswa dapat belajar, berpolitik dan berbakti. Untuk apa kita belajar berpolitik tanpa berbakti? Untuk itulah kami datang ingin belajar bagaimana mengasah intelektual kami melalui media, khususnya di Harian Umum Kabar Sumatera,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Aziz juga mengharapkan, agar Harian KS dapat ikut membimbing LMN untuk belajar bagaimana menulis, baik opini, berita atau bentuk karya tulis lainnya. “Kita mengharapkan ke depan ada semacam kerjasama dengan Kabar Sumatera, untuk belajar lebih dalam tentang jurnalistik dan bagaimana tata kelola media yang profesional. Menurut kami, ini sangat penting agar kami bisa ikut serta dalam melakukan pengawasan roda pemerintahan ini melalui tulisan di media massa,” tegasnya.

Menyahuti hal itu, Imron Supriyadi, mewakili jajaran redaksi Harian KS mengatakan, pihaknya secara terbuka menerima tawaran dari LMN Sumsel. Harian KS, menurut Imron akan siap melatih dan membina LMN dalam konteks belajar ilmu jurnalistik. Sebab jauh sebelum LMN, ada beberapa lembaga lain yang sampai hari ini juga dibina secara rutin.

“Silakan dibuat jadwal khusus, kita akan latih sampai kawan-kawan di LMN bisa menulis berita, menulis karya sastra dan berkarya di media. Alhamdulillah potensi kita ada semua. Di Kabar Sumatera alhamdulillah komplit. Kita juga punya penulis novel, namanya Rudi, bukunya sudah diterbitkan Gramedia Grup. Ada juga praktisi sastra, ada Bung Rinaldi, ada juga mantan broadcaster, Ahmad Maulana, Fotografer, Bagus Kurniawan, fotonya yang pernah dapat predikat terbaik di Sumsel, dan masih banyak lagi. Prinsipnya kami siap berbagi ilmu dengan kawan-kawan,” ujarnya.

Dalam dialog yang rilek dan santai itu, Firman salah satu anggota LMN juga menanyakan tentang bagaimana menjaga integritas wartawan, terkait banyaknya wartawan yang diduga “bermain mata” dengan istilah “86” terhadap sebuah kasus.

Menanggapi hal itu, Imron mengatakan di Harian KS tidak ada toleransi terhadap wartawan yang demikian itu. “Jangankan delapan enam-kan kasus, tentang amplop saja di Kabar Sumatera kita haramkan. Tidak boleh wartawan kami terima amplop dan isinya dari narasumber. Jangan mentradisikan jumpa pers bagi-bagi uang dengan amplop, itu merusak mentalitas wartawan. Kalau ada wartawan Kabar Sumatera yang bermain-main amplop, kita tidak tolelir. Kalau ada yang begitu segera telpon redaksi, akan kita ambil tindakan. Tugas wartawan menggali berita bukan cari amplop dan isinya,” tegas Imron.

Diakhir pertemuan, Redaktur Harian KS, Rinaldi Syahril menambahkan, LMN dipersilakan membuat jadwal atau agenda pelatihan. Diharapkan, mulai 1 Maret 2015, pelatihan bisa dimulai. “Silakan saja kawan-kawan buat agenda, kita siap bantu melatih, dan kita buat MoU antara LMN dan Kabar Sumatera, supaya pelatihan ini resmi dan menghasilkan out put yang baik ke depan, kawan-kawan dapat ilmu jurnalistik, kami juga dapat feed back untuk perusahaan,” tegasnya.

Usai pertemuan, masing-masing lembaga (Harian KS dan LMN) memberikan kenang-kenangan sebagai cindera mata, diiringi foto bersama di lantai 1 Harian Umum Kabar Sumatera.**

 

EDITOR     : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster