Harga Daging Sapi di Pagaralam Rp120 Ribu per Kg

 218 total views,  2 views today

PAGARALAM – Sejumlah kebutuhan pokok disejumlah pasar yang ada di Kota Pagaralam hingga saat ini belum stabil. Misalnya daging sapi, saat ini harganya masih bertahan Rp120 ribu per kilogram, itupun sudah bertahan sejak beberapa bulan terakhir hingga membinggungkan konsumen.

Adi, salah seorang pengusaha Bakso di kota ini mengakui kalau harga daging sapi sejak dua bulan terakhir masih tinggi yakni Rp120 ribu perkilo.

“Kalau membeli daging sapi di pagi hari harganya masih tinggi, yakni Rp120 ribu perkilo,” sebutnya.

Terkait hal itu Nila, pedagang daging sapi di kawasan Pasar Induk Terminal Nendagung mengatakan, sejak dua bulan terakhir pasokan daging sapi di rumah pemotongan memang tergolong sedikit. Sehingga mempengaruhi daya beli seperti sekarang ini.

“Kami juga binggung dengan adanya kenaikan harga daging, sementara pasokan yang ada harus didatangkan dari luar daerah,” keluhnya.

Kendati demikian kata Nila, kenaikan harga bukan akal-akalan pedagang, tapi memang pasokan yang ada di rumah potong hewan jumlahnya sedikit. Itupun tergantung banyak tidaknya pesanan dari para penjual daging yang ingin menjual kembali.

“Kalau ingin memesan daging sapi di rumah potong hewan, setidaknya para pedagang berjumlah 4 orang bekerja sama untuk membeli satu ekor sapi agar RPH mau melakukan pemotongan, mengingat harga sapi perekor memang sudah naik,” ujarnya.

Ditambahkan Misnawati (48) pedagang lainnya mengemukakan, di pagi hari ia menjual daging seharga Rp120 ribu. Sementara menjelang siang hingga sore hari, harga daging menurun Rp110 ribu sampai Rp100 ribu per kilo.

“Kalau di pagi hari dagingnya masih segar dan pembelinya kebanyakan dari pelaku usaha rumah makan dan bakso. Sedangkan siang hingga sore hari, ramai pengunjung dari ibu-ibu rumah tangga dengan dihargai Rp100 per kilo,” katanya.

Ia mengatakan, kenaikan harga daging sapi saat ini tergantung persedian daging dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang ada. Mengingat harga satu ekor sapi terus mengalami kenaikan antara Rp14 juta hingga Rp16 juta per ekor. Itupun kebanyakan didatangkan dari luar daerah seperti Lampung dan Manna Provinsi Bengkulu, karena di Pagaralam sendiri tergolong sedikit dan sebagian besar para peternak belum mau menjual hewan ternaknya.

“Kenaikan harga daging sapi dipasaran bukan dilakukan secara sepihak, tapi memang modalnya sudah tinggi dan persedian dirumah potong hewan sedikit,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Meneggah dan Pengelolaan Pasar (Disperindagkop UKM PP) setempat, Rahmat Madro SSos mengatakan, kenaikan harga sudah sesuai mekanisme pasar.

“Kita hanya monitoring saja, sementara kondisi di lapangan bisa saja terjadi adanya perubahan harga,” singkatnya.

 

TEKS      : ANTONI STEFEN

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster