“Hadapi MEA, Jangan Jadi Penonton”

 205 total views,  4 views today

PALEMBANG – Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, mahasiswa harus memahami tantangan dan siap menghadapi risiko di tengah persaingan global, terutama menghadapi MEA 2015. “Kita jangan sampai hanya jadi penonton ataupun konsumtif, kita harus bisa bersaing terhadap negara-negara Asean lainnya,” tegas Syaiful Sahri, Dekan Fakultas Ekonomi UTP, saat di jumpai di ruangannya, Senin (9/2).

Pernyataan itu disampaikan terkait dengan strategi Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Tridinanti Palembang (UTP), yang mulai melakukan penguatan kurikulum, terutama untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

Menurut Syaiful, hal ini dilakukan agar setiap mahasiswa yang setelah menyelesaikan pendidikannya di UTP, sudah memahami dan siap  menghadapi MEA. Ia menjelaskan, Indonesia merupakan lahan bagi negara lain. Syaiful mengibaratkan seperti buah yang paling manis, sehingga menjadi buruan bagi negara lain, apalagi Indonesia merupakan penduduk terbanyak ke-5 di dunia.

Ia berharap,  jangan sampai masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Sumsel khususnya hanya bisa menonton.    Harus bisa mengutamakan kualitas yang sama dengan produk luar. “Kita harus berkompetisi, dengan cara meningkatkan kualitas produk
dalam negeri,” katanya.

Dia menambahkan, kelemahan masyarakat Indonesia adalah nasionalisme dan pola pikir masyarakat yang merasa bangga dengan menggunakan produk luar negeri, sehingga masyarakat tidak bisa bersaing, dan jauh berbeda dengan negara Asean lainnya. “Kita ini banyak yang bangga menggunakan produk luar, makanya itu yang harus diubah pola pikir masyarakat,” tutupnya.

Kaitannya dengan hal itu, FE UTP menerapkan kurikulum, penguatan bidang keahlian, khususnya keahlian di bidang muatan lokal yang juga berbasis nasional. Hal ini dikatakan Syaiful Sahri. Dekan Fakultas Ekonomi UTP, saat di jumpai di ruangannya, Senin (9/2).

Ini dilakukan menurut Syaiful, sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dunia industri menghadapi MEA 2015. “Kita harus sudah siap menghadapi MEA 2015, maka dari itu diterapkanlah penguatan keahlian mahasiswa ini,” ujarnya.

Syaiful menambahkan, pihaknya juga sudah berupaya menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi (PT) lain, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Bengkulu dan PT lainnya. Selain itu, dalam menghadapi MEA 2015,  UTP menggelar berbagai seminar, seperti Seminar Bisnis Online, Seminar Soft Skill dan Kewirausahaan menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya.
TEKS         : ANDI HARYADI

EDITOR     : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster