Guru Keluhkan Kepsek tak Transparan Soal Dana BOS

 411 total views,  2 views today

KAYUAGUNG – Guru di SDN 2, Desa Muara Burnai 1, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),mengeluhkan kebijakan kepala sekolahnya Nuryadi, diduga tidak transparan dalam merealisasikan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2014 sekitar sebesar Rp132 juta.

Seperti diungkapkan salah satu guru yang mengajar di sekolah tersebut berinisial L, menurut dia selama Nuryadi menjabat kepsek sejak awal 2014, tidak ada kejelasan dana BOS tersebut direslisasikan untuk apa.

“Entah digunakan untuk apa dana BOS tersebut, selama 2014 tidak ada pembelian perlengkapan sekolah atau pembangunan fisik, tetapi dibuat SPJ ke Disdik jika BOS sudah direalisasikan, tetapi disekolah tidak ada yang direalisasikan, padahal dana BOS itu Rp33 juta/ tiga bulan, kalau satu tahun Rp132 juta,” katanya.

Lanjut dia, gaji tiga orang guru honor yang mengajar disekolah tersebut belum dibayar selama tujuh bulan.

“Selama ini guru honor digaji pakai dana BOS, satu guru honor Rp 200 ribu/bulan, tetapi sampai sekarang sudah tujuh bulan tidak digaji, bahkan pembangunan pagar sekolah itu dipungut dari orang tua siswa, satu siswa dipungut Rp50 ribu, untuk membangun pagar sekolah, di SD kami ada 220 siswa,” jelasnya.

Kepala SDN 2 Muara Burnai, Nuryadi, ketika dikonfirmasi menyangkal kalau dia menyelewengkan BOS di sekolahnya, kata dia penggunaan BOS disekolahnya telah sesuai aturan yang ada.

“Itu tidak benar.”bantahnya

Mengenai Laporan pengeluaran dana BOS, menurut Nuryadi, pihaknya sudah menyampaikanya ke Dinas Pendidikan.

“SPJ realisasi Dana BOS sudah kita sampaikan kep pengelola BOS di Dinas Pendidikan, kemudian mengenai gaji honor, bukan tujuh bulan, tetapi cuma dua bulan yang belum kita bayar, nanti pasti akan kita bayar, tetapi menunggu dana BOS cair, karena untuk periode ini BOS belum cair,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI Zulkarnain, melalui Sekretarisnya, Husni, mengatakan pihaknya belum menerima laporan terkait keluhan guru tersebut. Menurut dia kepala sekolah seharusnya harus transparan dalam penggunaan dana BOS.

“Sangat disayangkan jika memang dana BOS tersebut tidak direalisasikan sebagaimana mestinya, nanti akan kami panggil kepala sekolahnya untuk dimintai penjelasan, termasuk adanya pungli terhadap siswa untuk membangun pagar sekolah, itu sangat tidak dibenarkan,” jelasnya.

 

TEKS          : DONI AFRIANSYAH

EDITOR      : FJ ADJONG

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster