Bangun Perumahan di Lokasi Rawan Banjir, Pemkab Empat Lawang akan Panggil Developer

 190 total views,  4 views today

EMPAT LAWANG – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang akan memanggil pengembang atau Developer Graha di Sekip Kelurahan Kupang Kecamatan Tebing, yang membangub perumahan di lokasi waean banjir.

Wakil bupati Empat Lawang H Syahril Hanafiah menyayangkan dan mengakui sangat tidak layak di lokasi tersebut dibangun perumahan. Ia memastikan, segera memanggil pihak pengembang (Developer) dan instansi terkait pemberian izin pembangunan perumahan Griya Emass.

“Bangun perumahan kok dilokasi rawan banjir, ini harus di evaluasi izin dan amdalnya,” tegas Syahril di sela peninjauan korban banjir di perumahan Griya Emass, Sekip Kelurahan Kupang, kemarin (9/2).

Syahril memastikan, akan meminta kejelasan terkait izin dan analisis dampak lingkungan (Amdal) perumahan tergolong elite tersebut.

“Kita panggil dulu biar jelas, hasilnya kita koordinasikan ke bupati apa langkah selanjutnya,” katanya.

Sementara itu, Sekda Empat Lawang H Burhansyah membenarkan, pihaknya segera memanggil developer dan instansi terkait. Guna meminta kejelasan izin dan amdal pembangunan perumahan Griya Emass.

“Hasil peninjauan sudah kita laporkan ke bupati, nanti kita minta penjelasan pihak terkait mengenai izin dan amdalnya,” jelas Burhansyah.

Untuk diketahui, banjir akibat luapan sungai berau Minggu (8/2) sekitar pukul 04.00 WIB, merendam sekitar 23 rumah warga di perumahan Griya Emass, Sekip Kelurahan Kupang. Air dengan ketinggian satu meter lebih, merendam fasilitas elektronik, perabotan rumah bahkan puluhan kendaraan baik mobil atau motor.

Tidak ada korban jiwa akibat banjir tahunan itu, namun kerugian materi dialami warga mencapai ratusan juta rupiah.

“Ini banjir sudah ketiga kalinya sejak kami tinggal di perumahan Griya Emass, tiap musim hujan pasti banjir,” keluh Jasmadi (35) perwakilan warga Griya Emass.

Kesepakatan warga kata Jasmadi, dalam waktu dekat akan rapat dan membahas nasib mereka. Selain itu akan mengajukan tuntutan ke pengembang diantaranya, menolak membayar (boikot) kredit perumahan sebelum ada kejelasan solusi banjir, meminta pembebasan (lunas) kredit perumahan.

Atau jika tidak, beber Jasmadi, warga meminta gantir rugi kerusakan rumah, alat elektronik, prabotan dan kendaraan akibat banjir.

Warga Griya Emass imbuh Jasmadi, berharap Pemkab Empat Lawang dan pihak Bank pengelola kredit, melakukan evaluasi terkait izin dan amdal perumahan tersebut.

“Kalau bisa evaluasi dulu lah izin dan amdalnya, kami sudah bosan banjir terus disini,”tukasnya.

 

TEKS       : SAUKANI

EDITOR   : FJ ADJONG

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster