Agen Travel llegal Merajalela, Berikut Adalah Nama-nama Agen yang Terdaftar di PIHK dan PPIU

 348 total views,  4 views today

PALEMBANG – Seiring dengan seringnya pihak Travel Haji dan Umroh yang masih kedapatan menelantarkan jamaahnya, menjadi persoalan yang serius di tanah air. Begitu juga di Sumatera Selatan (Sumsel) yang masih kedapatan melakukan hal ini.

Kabag Humas Kanwil Kemenag Sumsel Saefuddin Latief mengungkapkan, pihaknya mencatat saat ini baru ada delapan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dan lima Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) resmi di Sumsel.

Dugaan sementara, saat ini ada puluhan PIHK dan PPIU yang belum resmi atau illegal di Sumsel. Saat menjalankan aktivitasnya pula, penyedia travel ilegal tersebut menggandeng dan melakukan kerjasama dengan PIHK dan PPIU tertentu.

“Saat ini kita sedang menyisir keberadaan yang mungkin illegal. Kegiatan ini dilakukan, karena semakin banyaknya pengaduan dari masyarakat tentang itu. Kita pun tidak tinggal diam, kita segera bentuk tim gabungan untuk mendatanya lagi,” ungkap Saefuddin di kantornya, Senin (9/2).

Ia menegaskan, jika di lapangan ditemukan adanya travel agen haji dan umroh tersebut illegal, pihaknya segera memberikan rekomendasi kepada Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh, Kemenag RI untuk segera diambil tindakan.

“Termasuk jika ada penyelenggara resmi yang terlibat. Sanksinya mulai dari teguran secara tertulis hingga penyabutan izin. Semuanya merupakan kewenangan dari pusat,” ujar Saefudin.

Tak hanya itu, tambah Saefuddin, untuk memberikan efek jera kepada masyarakat, pihaknya juga tidak segan-segan untuk merilis daftar nama agen travel haji dan umroh yang diduga illegal tersebut ke publik.

Kenyamanan masyarakat yang berangkat ke tanah suci, Mekah memang sedikit terusik akibat tidak maksimalnya pelayanan sejumlah penyelenggara haji dan umroh. Berbagai laporan mengenai tidak sesuainya tempat penginapan, asupan makanan hingga jemaah yang terlantar menjadi prioritas utama Kemenag RI untuk segera dicarikan solusinya.

Ironisnya, hingga saat ini, tindakan seperti itu, nyaris terus menerus terjadi setiap tahun. Kondisi ini sangat disayangkan mengingat, tidak sedikit kocek yang dirogoh jemaah untuk bisa berkunjung Mekah.

“Bisa saja ada jalinan kerjasama. Jadi travel yang tidak berizin itu memanfaatkan travel resmi. Tidak hanya di Sumsel saja, kasus ini juga hampir terjadi di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Kanwil Kemenag Sumsel pun tidak segan-segan menindak oknum pegawai Kemenag Sumsel, yang diketahui jika ikut terlibat dalam usaha travel agen haji dan umroh yang diduga illegal tersebut.

“Justru sanksinya lebih berat. Kita organisasi vertikal. Kalau itu terjadi di Sumsel, tentunya kewenangan Kanwil untuk menindaknya. Meski demikian, untuk penetepan sanksi, kita lihat dulu dengan tingkat kesalahannya,” tutupnya.

 

Penyelenggara Ibadah Haji Khusus yang terdaftar di Kanwil Kemenag Sumsel (PIHK) :

PT Namira Angkasa Jayatama

PT Pandi Kencana Murni

PT Arafah Mulia Insani

PT Suhada Arafah Wisata

PT Zuliah Kamsaindo Tour n travel

PT Tauba Zakka Atkia Sumsel

PT Helutrans Alhadi Ziarah Tour

PT Malika Goenawan Erawisata

 

Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Kanwil Kemenag Sumsel :

PT Mawaddah Berkah Mulia

PT Mulia Insani Makmur

PT Suhada Arafah Wisata

PT Helutrans Alhadi Ziarah Tour

PT Anugerah Zarfin

 

TEKS       : IMAM MAHFUZ

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster