Wiranto Terpilih Aklamasi, Munas Hanura Dipastikan Hanya Formalitas

Wiranto Ketua umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). | Dok KS

Wiranto Ketua umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). | Dok KS

PALEMBANG – Dipastikan, Wiranto akan tetap menjadi Ketua umum (Ketum) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) lima tahun kedepan. Sebab menurut informasi, pada Musyawarah Nasional (Munas) Hanura pada 13-15 Februari akan dilakukan sistem aklamasi. Hal itu ditegaskan Arkoni, Ketua DPD Hanura Sumsel, saat dibincangi di gedung DPRD Sumsel (06/2).

Lebih lanjut Arkoni mengatakan, Munas Hanura yang akan digelar di Kota Solo mendatang, bisa dibilang hanya formalitas. Mengapa? Karena menurut Arkoni, sosok Wiranto yang memimpin Partai Hanura tersebut merupakan satu-satunya calon Ketum lima tahun berikutnya. “Sebelumnya sudah gelar Rapimnas. Insyaallah semua clear. Yang hadir seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) seluruh Indonesia,” ujarnya.

Dijelaskan Arkoni, pada Munas nanti setiap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di Indonesia berhak memilih, karena mereka memiliki hak suara. Sementara, untuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) mendapatkan tiga hak suara yakni Ketua, Wakil dan Sekretaris. “Selain DPC dan DPD, ada organisasi sayap Partai yakni Organisasi Perempuan Hanura dan Pemuda Hanura,” ujarnya.

Menurut Arkoni, untuk di Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki 19 suara, dimana setiap DPC yang berjumlah 14, ditambah tiga suara DPD dan ditambah dua suara organisasi sayap Partai. Selain menggelar Munas, Arkoni juga mengatakan kedepan pihaknya akan melakukan banyak evaluasi. “Sebetulnya pemilihan calon Ketum itu sudah final tinggal acaranya saja. Tinggal struktur kepengurusan saja. Selain itu banyak yang perlu dievaluasi, management, strategi pemenangan, hal itu dilakukan belajar dari pengalaman,” ungkap Arkoni yang saat ini juga duduk dibangku DPRD Sumsel.

Dirinya juga mengaku, jika membenahan ditubuh Hanura akan terus dilakukan terlebih lagi dipusat. Bahkan dia mengatakan untuk setiap kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, anggota partai Hanura yang duduk di kursi wakil rakyat kerap bertambah. “Di kota selalu bertahan. Paling tidak ada 1200 lebih kader Hanura menjadi wakil rakyat. Tetapi untuk di pusat hanya 16 orang. Jadi tidak sesuai. Menajemen partai, tata kelola partai memang harus dibenahi,” beber dia.

Disinggung mengenai Musyawarah Daerah (Musda) Hanura Sumsel, Arkoni menuturkan biasanya akan dilaksanakan setelah Munas, sekitar dua bulan setelahnya. Namun Arkoni sendiri belum dapat menyebutkan siapa saja sosok calon Ketua DPD Sumsel yang akan dicalonkan. Namun dirinya mengaku akan turut kembali mencalonkan diri apabila masih diberikan kepercayaan. “Kalau dipercaya Insyaallah akan maju lagi,” tutupnya.

 

TEKS       : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR    : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com