Pajak “Pecel Lele” Belum Jalan

 360 total views,  2 views today

Ilustrasi Warung Pecel Lele. | Dok KS

Ilustrasi Warung Pecel Lele. | Dok KS

PALEMBANG – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, untuk mengenakan pajak bagi usaha pecel lele di jalan-jalan yang ada di Metropolis nampaknya belum terealisasi. Pasalnya hingga saat ini, pendataan terhadap usaha pecel lele belum selesai.

Kabid Pendataan dan Penetapan, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Palembang Sodikin mengatakan, rencana dikenakan pajak bagi usaha pecel lele tersebut untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak.

“Sekarang masih proses pendataan. Kami utamakan usaha pecel lele yang dianggap potensial. Artinya, penghasilannya cukup tinggi,”katanya, belum lama ini.

Sodikin menyebutkan, berdasarkan data yang berhasil di himpun, penghasilan pemilik usaha pecel lele cukup tinggi yakni dari Rp300 ribu hingga jutaan setiap kali berjualan.

“Tapi angka tersebut belum tetap, karena penghasilannya berfluktuasi. Artinya bisa lebih atau kurang, tergantung pengunjungnya,”sebutnya.

Sodikin mengaku, seharusnya setiap usaha yang dibuat masyarakat, harus melapork kepada Pemerintah. Sehingga, jelas mana sektor yang layak dikenakan pajak, mana yang tidak.

“Nah, untuk usaha pecel lele ini termasuk usaha rumahan. Tapi, potensi keuangannya cukup baik,”akunya.

Sodikin menambahkan, usaha pecel lele di Metropolis terus mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Mengingat masyarakat sekarang lebih memilih makanan siap saji, dibandingkan memasak.

“Kita harap usaha pecel lele, kedepannya bisa memberikan kontribusi terhadap PAD Palembang,” ujarnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR     : RINALDI SYAHRIL

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster