Menyedihkan, Masih ada Sekolah Tak Standar

 410 total views,  2 views today

  • Sekolah Rusak akan dapat anggaran rehab berat.

PALEMBANG – Fasilitas, sarana dan prasarana sekolah, merupakan hal penting dari sekian banyak faktor lain yang akan menentukan mutu pendidikan. Demikian diungkapkan Prof Dr Abdullah Idi pengamat pendidikan Universtas Negeri Islam (UIN) Raden Fatah, belum lama ini.

Hal itu dikatakan Abdullah Idi, terkait masih adanya bangunan sekolah yang kondisinya tak layak. Diantaranya Sekolah Dasar Negeri (SDN)196 Palembang di Kelurahan Bukit Sangkal Kecamatan Kalidoni Palembang, yang kondisinya masih memprihatinkan.

Lebih lanjut, Abdullah Idi menyayangkan jika di Palembang, masih ada sekolah yang belum diperhatikan pemerintah, apalagi Palembang merupakan kota besar yang akan menjadi rujukan pendidikan bagi daerah-daerah di Sumatera Selatan (Sumsel). “Sangat ironis ada sekolah yang sangat memprihatinkan ada di Palembang, yang merupakan kota besar. Seharusnya pemerintah terkait harus lebih memperhatikan hal-hal yang seperti ini, berbeda kalau sekolah yang berada di daerah, itu masih bisa dimaklumi,”ujarnya.

Ia mengharapkan, sebaiknya Wali Kota dan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel maupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) lebih memperhatikan. Sebab mutu pendidikan merupkakan hal penting bagi generasi muda. Apabila mutu pendidikan kurang jelas, menurut Abdullah Idi, hal itu akan mempengaruhi Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di Sumsel di masa mendatang. “Pemerintah harus lebih meperhatikan sekolah-sekolah yang belum memenuhi standar di Palembang, khususnya, dan di daerah pada umumnya,” katanya.

“Kalau keadaan fisik sekolah tidak mendukung  dan tidak memenuhi standar, itu salah satu faktor yang bisa menggangu proses pembelajaran. Pada akhirnya hal itu akan mempengaruhi mutu pendidikan. Jadi fasilitas itu sangat penting untuk menunjang pendidikan dan kualitas siswa,” kata Abdullah Idi kepada Kabar Sumatera, Kamis, 5/2.

Menurut Direktur Pascasarjana UIN RF ini, standarisasi yang dimaksud ada delapan hal. Salah satunya, sarana dan prasarana di setiap sekolah. “Jadi jika sarana dan prasana sekolah itu sudah distandarkan sesuai aturan yang diterapkan pada setiap sekolah di Indonesia, tentunya akan menghasilkan mutu pendidikan yang baik. Jika sudah memenuhi dari delapan standar sekolah, maka sekolah itu baru standar standarlah.

Namun jika salah satunya tidak standar atau di bawah standar, menurut Abdullah Idi, justru akan berpengaruh dengan mutu pendidikannya. “Jadi sarana dan prasana sekolah itu salah satu faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ahmad Zulinto, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Palembang, tidak membantah kalau di Palembang masih snagat banyak sekolah yang perlu diperbaiki. Oleh sebab itu, dia mengatakan seluruh sekolah di Palembang yang kondisinya rusak akan mendapatkan anggaran rehab berat.

“Semua sekolah di Palembang, baik tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).),” katanya, bulan lalu.

Khusus yang rusak berat, menurut Zulinto pihaknya akan merehab berat sekolah sesuai dengan kebutuhan fasilitas sekolah tersebut. Tahun ini juga sedang berlangsung di beberapa sekolah setiap tahun, mereka selalu memprioritaskan rehab sekolah, bahkan di tahun ini ada beberapa SD Negeri yang sedang dalam proses pembangunan gedung dua lantai, diantaranya SDN 149 Palembang dan SDN 43.

 

TEKS         : ANDI HARYADI

EDITOR     : IMRON SUPRIYADI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster